Tampilkan postingan dengan label Messerschmitt. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Messerschmitt. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Februari 2009

Messerschmitt Me 329




Role: Zerstorer
Manufacturer: Messerschmitt
Status: Design
Primary user: Luftwaffe
Number built: 0
Developed from: Messerschmitt Me 265



Messerschmitt Me 329 adalah proyek desain untuk pesawat tempur berat dan pesawat serang yang dikembangkan oleh Messerschmitt di akhir PD II. Pesawat ini merupakan kompetitor suksesor Me 410.

Seperti Me 265, Me 329 menggunakan desain sayap terbang canggih. Sentuhan canggih lainnya termasuk tempat duduk tandem bagi pilot dan navigator di dalam kanopi gelembung, dan sebuah senapan dengan kendali remote di ekor.

Walaupun desainnya yang futuristik, pengembangannya hanya mendapat prioritas sangat rendah, dan walaupun desain glider skala penuhnya diuji pada musim dingin 1944/45, proyek ini dibatalkan pada awal 1945.



Specifications

General characteristics
Crew: 2
Length: 7.715 m ()
Wingspan: 17.50 m ()
Height: 4.74 m ()
Wing area: 55.00 m2 ()
Empty weight: 6,950 kg ()
Loaded weight: 12,150 kg ()

Performance
Maximum speed: 685 km/h at 7,000 m
Range: 2,520 km ()
Service ceiling 12,500 m ()

Armament
2xMG151/20,
4x MK 108,
1x MK 114 forward firing in fuselage nose
1x MG151/20 cannon rearward-firing
internal bomb load of up to 1,000 kg



Messerschmitt Me 263




Role: Interceptor fighter
Manufacturer: Messerschmitt/Junkers
Designed by: Alexander Lippisch
First flight: August 1944 (Unpowered)
Primary user: Luftwaffe
Number built: 1
Developed from: Messerschmitt Me 163



Messerschmitt Me 263 merupakan pesawat tempur bermesin yang dikembangkan dari Me 163 saat mendekati akhir dari PD II. Tiga purwarupa telah dibuat tetapi tidak pernah terbang karena memburuknya situasi militer di Jerman yang menghalangi program ujicoba pesawat.

Me 168B mempunyai dua kelemahan. Satu: terbatasnya enduransi terbang dan yang kedua adalah roda pendaratan yang tidak dapat dimasukkan. Dua kelemahan tersebut menghalanginya menjadi pesawat yang efisien. Me 163C merupakan desain pengembangan lanjut dengan penambahan kapasitas tangki bahan bakar tatapi roda pendaratannya masih belum dapat dimasukkan ke bodi pesawat.

Proyek pesawat ini selanjutnya diserahkan kepada Heinrich Hertel dari perusahaan Junkers, dan menghasilkan pesawat bernama Junkers Ju 248. Desain Ju 248/Me 263 dimulai dari desain Me 163C.

Pada 25 September 1944, desain kayunya ditunjukkan secara resmi. Bodi pesawatnya diperbesar untuk menambah daya tampung bahan bakar agar jarak jangkau lebih jauh, kokpit didesain ulang menjadi kokpit bertekanan dan desain kanopi gelembung untuk meningkatkan visibilitas ke belakang bagi pilot, serta roda-nya diubah menjadi dapat dimasukkan. Mesin roket Walter dimodifikasi agar mempunyai dua ruang pembakaran, ruang pembakaran utama digunakan untuk menghasilkan tenaga pada saat takeoff dan naik, dan ruang pembakaran tambahan untuk menghasilkan tenaga yang lebih rendah (dan dengan konsumsi bahan bakar lebih sedikit) untuk tenaga pada saat terbang. Ruang pembakaran tambahan dapat menghasilkan tenaga dorong 300kg (660lb), sedang ruang pembakaran utama menghasilkan tenaga dorong 1.700kg (3.750lb). Desain mesin ini telah diujicobakan pada Me 163B. Versi produksi pesawat ini menggunakan mesin BMW 708 yang lebih bertenaga.

Hertel berharap untuk memakai mesin ramjet Lorin pada pesawat ini, hanya saja teknologinya belum memadai saat itu. Sebagai pengganti sementara, mereka memutuskan untuk membuat pesawat dengan sebuah Sondergerät (sebuah peralatan khusus) sebagai sebuah Zusatztreibstoffbehälter (tangki bahan bakar tambahan). Hal ini berarti dua tangki bahan bakar eksternal T-Stoff 160L dipasang di bawah sayap. Hal ini mengurangi 10% kecepatan tetapi tanpa karakteristik penerbangan negatif. Walaupun Junkers mengklaim penggunaan sayap Me 163B standar, mereka memutuskan untuk memodifikasi sayap untuk menahan lebih banyak bahan bakar C-Stoff. Modifikasi ini dilakukan oleh firma Puklitsch.

Penerbangan tanpa mesin Me 263 V1 pertama dilakukan pada Februari 1945. Beberapa penerbangan tanpa mesin juga dilakukan pada bulan itu. Masalah terbesar yang dihadapi adalah pada pusat gravitasi yang diatasi dengan “counterweight”, dengan menata ulang posisi mesin dan roda pendaratan. Roda pendaratannya saat itu masih belum dapat ditarik masuk. Hasil penerbangan awal itu menunjukkan "ziemlich fertigen Eindruck", artinya terlihat siap.

Uji terbang kemudian dihentikan karena keterbatasan bahan bakar yang pada saat itu diutamakan untuk pesawat penarik Bf 110. Setelah Me 263 bukan lagi menjadi bagian Führernotprogramm (Führer's Emergency Programme), semakin sulit bahan yang diperoleh untuk pengembangan pesawat ini. Pada saat itu, pesawat ini tidak masuk fase produksi, tetapi pengembangan tetap diijinkan dilakukan.

V2 dan V3 belum siap saat itu. V2 sudah mempunyai roda pendaratan yang dapat ditarik masuk dan V3 sudah dilengkapi dengan persenjataan. Sebulan kemudian, V1 dan V2 dipasangi mesin HWK 109-509C yang mempunyai dua ruang pembakaran, yang mengatasi masalah pusat gravitasi. Mereka tidak pernah terbang dengan mesinnya sendiri, tetapi hanya sebagai glider.

Pada April, Amerika merebut tiga purwarupa dan desain pesawat ini. V2 hancur dan yang lainnya dibawa ke AS. Sisanya dibawa Rusia dan menjadi dasar pembuatan pesawat interseptor Mikoyan-Gurevich I-270.



Spesifikasi (Me-263 V1):

General characteristics
•Crew: 1
•Length: 7.83 m (25 ft)
•Wingspan: 9.50 m (31 ft 2 in)
•Height: 3.17 m
•Wing area: 17.80 m² (191.59 ft²)
•Empty weight: 2,105 kg (4,640 lb)
•Max takeoff weight: 5,150 kg (11,354 lb)
•Powerplant: 1× Walter HWK 109-509C-3 rocket, 19.61 kN (4,410 lb)

Performance
•Maximum speed: 880 km/h (at 14,000 m)
•Service ceiling 14,000 m (45,212 ft)
•Rate of climb: 750 m/sec
•Endurance:15 minutes at 11,000 m (36,090 ft)

Armament
•2 x 30 mm MK 108 cannon in wing roots



Messerschmitt Me P.1101




Role: Fighter
Manufacturer: Messerschmitt
Designed by: Willy Messerschmitt
First flight: never flown
Primary user: Luftwaffe (intended)
Number built: 1


Messerschmitt P.1101 adalah nama unruk pesawat tempur mesin-jet-tunggal, satu-tempat duduk yang dikembangkan untuk merespon Emergency Fighter Program pada Juli 1944, yang mencari generasi kedua untuk pesawat tempur jet untuk Third Reich. Karakteristik unik dari purwarupa Me P.1101 adalah bahwa sayap dapat ditekuk dan diatur sebelum penerbangan, fitur yang disempurnakan pada pesawat “variable-sweep” seperti Bell X-5, F-111 dan F-14 Tomcat.



Desain dan Pengembangan

Dalam 9 hari setelah pengumuman spesifikasi desain yang dibutuhkan Emergency Figter Program pada 15 Juli 1944, biro desain Messerschmitt membuat desain awal P.1101. Pesawat ini dikembangkan dengan bodi pesawat pendek dan lebar, roda pendaratan tricycle, dan sayap yang terpasang di tengah bodi pesawat yang bisa diatur sudut tekukannya dari 40 derajat hingga 26 derajat. Mesin jet tunggal He S 011 akan dipakai di dalam bodi pesawat dengan dua intake udara di samping kokpit. Ekornya mempunyai konfigurasi V dan mempunyai “boom” runcing yang memanjang melebihi pengeluaran jet, sementara kokpitnya terpasang di bagian depan, dengan kanopi terintegrasi dengan bodi pesawat dan hidung pesawat bulat pada pesawat.

Pada akhir Agustus 1944, desain awal dirubah dengan memperpanjang bodi pesawat dan merampingkannya, dan bagian hidung kerucut ditambahkan pada depan kokpit. Desain sayap bersudut ganda ditinggalkan dan memakai desain sayap milik Me 262. Desain akhirnya disepakati pada 10 November 1944 dan material produksinya mulai dipilih 4 Desember 1944.



Purwarupa Produksi

Semakin buruknya perang, menyebabkan pengembangan pesawat ini terhambat. Produksi purwarupanya dimulai di Messerschmitt's Bavarian Oberammergau Complex dan penerbangan pertamanya diperkirakan pada Juni 1945.

Purwarupa Me P.1101 V1 memakai konstruksi bodi pesawat duralumin, memakai desain sayap dari Me-262 dengan sudut yang dapat diatur secara manual sebelum terbang dari 30, 40 dan 45 derajat, menjadikannya sebagai pelopor desain pesawat “variable-geometry”. Intake ganda ditinggalkan dan diganti menjadi intake hidung tunggal, dan kanopinya diubah menjadi desain gelembung, yang menawarkan visibilitas pilot yang lebih baik. Purwarupa produksi ini juga menampilkan desain ekor T konvensional, yang dibuat dari kayu dan “boom” ekor tetap dipasang seperti desain awal. Roda pendaratannya memakai desain tricycle yang dapat distir dan dimasukkan. Purwarupa-nya dilengkapi dengan mesin jet Jumo 004B, yang dapat dengan mudah digantikan dengan mesin He S 011 yang lebiih kuat. Sebagai tambahan, purwarupa produksi ini juga dilengkapi dengan kokpit pertekanan dan kanopi berlapis baja.



Postwar

Pada saat pasukan infantri AS menemukan komplek Oberammergau pada 29 April 1945, Purwarupa Me P.1101 V1 sudah selesai 80%. Purwarupa ini akhirnya dibawa ke Bell Aircraft Works di Buffalo, New York pada 1948 dalam keadaan rusak parah. Kerusakan ini tidak dapat diperbaiki, walaupun beberapa desainya akhirnya digunakan dalam pengembangan pesawar Bell X-5, yang menjadi pesawat pertama yang mampu melakukan perubahan geometri sayap selama penerbangan. Sisa P.1101 menjadi rongsokan dan dibuang pada 1950an.




Spesifikasi

General characteristics
Crew: one, pilot
Length: 8.98 m (29 ft 5 in)
Wingspan: 8.06 m (26 ft 5 in)
Height: 3.5 m (11 ft 6 in)
Wing area: 13.6 m² (146 ft²)
Empty weight: 2,594 kg (5,718.78 lb)
Loaded weight: 4,064 kg (8,960 lb)
Max takeoff weight: 4,500 kg (9,900 lb)
Powerplant: 1× Jumo 004B
* Fuel capacity : 1,000 liters (264 gallons)

Performance
Maximum speed: 980 km/h (Mach 0.8) (612.5 mph)
Cruise speed: 985 km/h at 7,000 m (616 mph at 22,965 feet)
Range: 1,500 km (932 miles)
Service ceiling 12,000 m (39,370 ft)
Rate of climb: 22.2 m/s (73 ft/s)
Wing loading: 236 kg/m² (42.87 lb/ft²)
Max wing loading : 296.5 kg/m²

Armament
None for prototype
2 or 4 × 30 mm MK 108 cannons and 4 × X-4 air-to-air missiles on production version




Messerschmitt Me 310




Role: Heavy fighter
Manufacturer: Messerschmitt
First flight: 11 September 1943
Number built: 1


Messerschmitt Me 310 adalah sebuah pesawat tempur purwarupa milik jerman pada PD II. Proyek ini dijalankan untuk menyelamatkan Me 210 yang bermasalah. Persenjataannya sama dengan milik Me 210 A-1, yaitu dua meriam MG 151 20mm, dua senapan mesin Mg 17 dan dua sebnapan mesin Mg 131 13mm yang mengarah kebelakang dan beroperasi dengan remote. Satu pesawat telah dibuat dengan memodifikasi Me 210. Pesawat ini mempunyai kokpit bertekanan dan bermesin dua DB 603A. Pesawat ini terbang pertama kali pada 11 September 1943. Akan tetapi proyek ini juga akhirnya dibatalkan karena tidak menunjukkan perkembangan dari Me 210. hanya Me 410 yeng menunjukkan perkembangan memuaskan dan akhirnya diproduksi massal walaupun sebenarnya Me 310 lebih canggih.




Specifications

General characteristics
•Crew: 2 (pilot and gunner)
•Length: 39 ft 8 in (12.20 m)
•Wingspan: 58 ft 9 in (17.90 m)
•Height: 14 ft 1 in (4.30 m)
•Wing area: 406 sq ft (37.7 m2)
•Empty weight: ()
•Loaded weight: 24,360 lb (11,050 kg)
•Powerplant: 2× Daimler-Benz DB 603A , 1,850 hp (1,380 kW) each

Performance
•Maximum speed: 408 mph (655 km/h)
•Range: 1,185 mi (1,900 km)
•Service ceiling: 36,000 ft (11,000 m)

Armament
•Guns:
o2 × fixed, forward-firing 20 mm MG 151 cannons
o2 × fixed, forward-firing 7.92 mm MG 17 machine guns
o2 × rearward-firing 13 mm MG 131 machine guns in remote-controlled barbettes


Sumber: http://www.aviastar.org/, http://www.wikipedia.org/
Foto: www.aviastar.org

Messerschmitt Me 209-II




Role: Fighter prototype
Manufacturer: Messerschmitt
Designed by: Willy Messerschmitt
First flight: 3 November 1943
Retired: 1944
Primary user: Luftwaffe (intended)
Number built: 4


Kode Me 209 digunakan untuk dua proyek terpisah selama PD II.Me 209 pertama adalah pesawat yang dikembangkan untuk memecahkan rekor kecepatan pesawat dengan sedikit atau bahkan tanpa pengembangan untuk perang. Sedangakn yang ke dua, Me 209-II, sebuah usulan untuk versi yang lebih canggih dari Bf 109.



Desain dan Pengembangan

Proyek yang kedua dari me 209 dimulai pada 1943 ketika Willy Messerschmitt mengusulkan versi modifikasi dari Bf 109 yang menua. Me 209 ini akan bersaing melawan Fw 190D-9 dan Ta 152 performa tinngi milik Focke-Wulf. Seperti versi canggih dari desain Kurt Tank, Me 209 yang baru akan memakai model yang terbukti sukses sebelumnya sebagai dasar/permulaan pengambangan, dalam hal ini model yang dipakai adalah Bf 109G. Dengan begitu proyek ini pada dasarnya mirip dengan proyek Me 209 pertama dan Me 309 yang akhirnya gagal.

Sayang untuk team desain, mesin DB 603 yang diusulkan untuk Me 209 jumlahnya sangat terbatas dan dan dipaksa untuk menggunakan mesin Jumo 213E yang performanya lebih rendah.Me 209 mempunyai bagian ekor baru, roda pendaratan “broad-track”, ekor yang lebih tinggi dan radiator annular yang memberikan kemungkinan bagi mesin untuk dirakit secara radial.

Ketika proyek berjalan, proyek ini semakin menunjukkan ketidak-kompatibelannya. Me 209 V5 mempunyai persenjataan sebagai berikut, satu MK 108 dan dua MG 131 di sayapnya. V6 adalah versi pertama yang dimodifikasi dengan menggunakan mesin Jumo 213 dan mempunyai senapan MG 151/20 untuk menggantikan MG 131. Me 209H VI merupakan varian “high-altitude” dengan sayap yang diperlebar dan bermesin DB 603.



Pengujian

Purwarupa Me 209 V5 pertama kali terbang pada akhir 1944 dengan kecepatan 50km/jam lebih lambat dari pada Fw 190D dan tidak menunjukkan peningkatan dalam manuverabilitas dan pengendalian. Setelah performa yang mengecewakan ini, proyek Me 209 dibatalkan dan dengan ini, Messerschmitt tidak lagi mengembangkan pesawat bermesin piston.




Specifications (Me 209 V5)

General characteristics
•Crew: one, pilot
•Length: 9.74 m (31 ft 11 in)
•Wingspan: 10.95 m (35 ft 11 in)
•Height: 4.00 m (13 ft 1 in)
•Wing area: 17.2 m² (185 ft²)
•Empty weight: 3,339 kg (7,346 lb)
•Loaded weight: 4,085 kg (8,987 lb)
•Powerplant: 1× Db 603G, 1,397 kW (1,900 hp)

Performance
•Maximum speed: 678 km/h (423 mph)
•Service ceiling 11,000 m (36,080 ft)
•Wing loading: 238 kg/m² (49 lb/ft²)
•Power/mass: 0.36 kW/kg (0.22 hp/lb)

Armament
•1 x 30 mm MK 108 cannon
•2 x 13 mm MG 131 machine guns



Sumber: http://www.aviastar.org/, http://www.wikipedia.org/
Foto: www.aviastar.org

Messerschmitt Me 328




Messerschmitt Me 328 diperkenalkan pada 1942 sebagai bomber ketinggian-rendah berkecepatan-tinggi dan pesawat tempur darurat. Lebih kecil dari pada He 162, konstruksi pesawat ini terutama berasal dari kayu dan tenaganya dihasilkan oleh sepasang mesin Argus pulsejet, similar dengan yang digunakan oleh V-l flying bomb. Dua versi telah diusulkan, pesawat tempur Me 328A dan bomber Me 328; dan diperkirakan sekitar empat Me 328 dapat dibuat untuk setiap Fw 190 atau Me 109. Percobaan gliding telah dilakukan, pesawat ini diluncurkan dari Dornier 217, tetapi percobaan bermesinnya pada 1944 menghasilkan kekecewaan. Versi selanjutnya, Me 328C juga diusulkan, dilengkapi dengan mesin turbojet Jumo 004. Akan teteapi proyek ini akhirnya dibatalkan.




Specification

ENGINE 2 x 600kg Argus pulse-jets

WEIGHTS
Take-off weight: 2200 kg or 4850 lb

DIMENSIONS
Wingspan: 6.40 m or 20 ft 12 in
Length: 6.83 m or 22 ft 5 in
Height: 2.10 m or 6 ft 11 in

PERFORMANCE
Max. speed: 755 km/h or 469 mph
Range: 770 km or 478 miles

ARMAMENT: 2 x 20mm cannon



Messerschmitt Me 309




Role: Fighter
Manufacturer: Messerschmitt
Designed by: Willy Messerschmitt
First flight: 18 July 1942
Retired: 1943
Status: Experimental
Primary user: Luftwaffe
Number built: 4
Developed from: Messerschmitt Bf 109


Messerschmitt Me 309 adalah purwarupa pesawat tempur Jerman yang didesain pada tahun-tahun awal PD II untuk menggantikan Messerschmitt Bf 109. Walaupun mempunyai banyak fitur canggih pada saat itu, performa Me 309 tidak memuaskan dan mempunyai banyak kendala pengembangan sehingga akhirnya dibatalkan dan hanya empat purwarupa yang dibuat. Me 309 adalah satu dari beberapa proyek gagal Messerschmitt yang bermaksud untuk menggantikan Bf 109, yang lainnya adalah Me 209 dan Me 209-II.


Desain dan Pengembangan

Proyek Me 309 dimulai pada pertengahan 1940, hanya beberapa waktu setelah Bf 109 menemukan lawannya Spitfire di Battle of Brittain, pesawat pertama yang mampu menandingi kecepatan dan performa Bf 109. Messerschmitt siap untuk mengantisipasinya dengan meningkatkan desainnya untuk menggantikan Bf 109. Akan tetapiRLM tidak merasa proyek ini terlalu penting dan hanya mendapat prioritas rendah yang mengakibatkan desainnya tidak selesai hingga akhir 1941.

Pesawat tempur baru ini mempunyai banyak fitur baru, seperti roda pendaratan tricycle dan kokpit bertekanan yang memberikan kenyamanan dan performa high-altitude yang efektif. Setiap fitur barunya telah diuji pada pesawat Bf 109F, V23 mempunyai sebuah radiator ventral, V31 dengan radiator dan roda pendaratan tricycle dan V30 mempunyai kokpit pertekanan.

Rendahnya ketertarikan pemerintah membuat tertundanya pembuatan purwarupa pertama hingga musim semi 1942 dan karena adanya masalah di roda hidung menyebabkan penerbangan pertama baru dapat dilakukan pada Juli di tahun yang sama. Ketika berhasil terbang, kecepatan yang dihasilkan cukup memuaskan, sekitar 30mph (50 kph) lebih cepat dari pada Bf 109G. Tetapi pada faktanya, setelah pesawat ini dilengkapi dengan persenjataan, kecepatannya menurun drastis hingga ke level yang tidak dapat diterima. Jeleknya performa Me 309 dan lebih menjanjikannya pengembangan Focke-Wulf Fw 190D, akhirnya pengembangan Me 309 dibatalkan.



Specifications (Me 309)
General characteristics
Crew: one, pilot
Length: 9.46 m (31 ft 0 in)
Wingspan: 11.04 m (36 ft 3 in)
Height: 3.90 m (12 ft 10 in)
Wing area: 16.6 m² (179 ft²)
Empty weight: 3,530 kg (7,766 lb)
Loaded weight: 4,250 kg (9,350 lb)
Powerplant: 1× Daimler-Benz DB 603G, 1,308 kW (1,750 hp)

Performance
Maximum speed: 733 km/h (457 mph)
Range: 1,100 km (686 miles)
Service ceiling 12,000 m (39,360 ft)
Wing loading: 256 kg/m² (52 lb/ft²)
Power/mass: 0.31 kW/kg (0.19 hp/lb)

Armament
2 × 15 mm MG 151 machine guns
3 × 13 mm MG 131 machine guns



Messerschmitt Me 264



Role: Long-range bomber/Maritime reconnaissance aircraft
Manufacturer: Messerschmitt
Designed by: Wolfgang Degel, Paul Konrad and Waldemar Voigt
First flight: 23 December 1942
Status: Cancelled, 23 September 1944
Primary user: Luftwaffe
Number built: 3


Me 264 Amerika (America) adalah pesawat intai maritim jarak-jauh yang dikembangkan oleh Messerschmitt selama PD II untuk Luftwaffe. Pesawat ini dibuat dengan tujuan untuk mensuport operasi U-Boat (Kapal Selam) di Samudera Atlantik, yang bertindak sebagai pengintai untuk mengarahkan penyerangan ataupun melakukan penyerangan ke target secara langsung. Desain ini kemudian dipilih sebagai kompetitor dalam program “Bomber Amerika” milik Reichsluftfahrtministerium (Kementrian Udara German), yang bertujuan untuk mengembangkan bomber strategis yang mampu untuk menyerang kota New York dari pangkalan di Perancis maupun Azores. Satu purwarupa telah dibuat, tetapi proyek dihentikan agar Messerschmitt dapat berkonsentrasi untuk mengembangkan pesawat tempur dan desain lainnya. Junkers Ju 390 dipilih oleh Kemetrian Udara sebagai pesawat intai maritim.


Sejarah Pengembangan

Desain orisinil Me 264 berasal dari proyek pesawat intai maritim jarak jauh milik Messerschmitt; P.1061 di akhir 1930an. Varian P.1061 adalah P.1062 yang darinya dibuat tiga purwarupa. Pada awal 1941, enam purwarupa telah dipesan dari Messerschmitt, dengan kode Me 264. Akan tetapi kemudian dikurangi menjadi tiga purwarupa.

Perkembangan proyek ini awalnya sangat lambat, tetapi setelah Jerman mengumumkan perang terhadap AS, Reichsluftfahrtministerium (RLM) memulai program yang lebih serius untuk pengembangan bomber jarak jauh, dengan keputusan untuk dibuatnya pesawat yang lebih besar dengan mesin enam buah untuk menghasilkan kapasitas angkut yang lebih besar. Untuk memenuhi kebutuhan ini, proposal ditujukan untuk pengembangan Junkers Ju 390, Focke-Wulf Ta 400 dan Messerschmitt Me 264B bermesin enam. Tetapi pada akhirnya Ju 390 dipilih.

Me 264 diminati oleh Kriegsmarine (AL Jerman) untuk menggantikan Fw 200 Condor sehingga pengembangan tetap berlanjut. Sebagai hasilnya, dua purwarupa yang tertunda, dipesan agar diselesaikan pembuatannya sebagai pesawat intai ultra jarak-jauh Me-264A.

Purwarupa pertama, Me 264 V1, diterbangkan pada 23 Desember 1942. Pada awalnya bermesin empat Jumo 211J dengan kekuatan masing-masing 1,340 shp (metric hp, 990 kW). Pada akhir 1943, mesinnya diganti dengan BMW 801G yang menghasilkan masing-masing 1,750 shp (1,290 kW). Pada percobaan terbang ini ditemukan beberapa kesalahan kecil dan kesulitan dalam pengendalian pesawat. Salah satunya adalah besarnya beban sayap yang menyulitkan manuverabilitas. Pesawat purwarupa pertama ini tidak dilengkapi dengan lapis baja maupun persenjataan, tetapi pada dua purwarupa selanjutnya, Me 264 V2 dilengkapi dengan lapis baja untuk mesin, awak, dan persenjataan, walaupun dikembangkan tanpa perenjataan. Pada purwarupa ketiga Me 264 V3 persenjataan telah dipasang.

Pada 1943, AL Jerman membatalkan pesanannya karena adanya Ju 290 dan rencana Ju 390. Sebagai konsekuensinya, pada Oktober 1943, Erhard Milch memerintahkan pembatalan pengembangan Me 264 dan fokus pada pengembangan pesawat tempur-bomber jet Me 262.


Desain

Pesawat ini menggunakan konstruksi klasik dengan sayap logam dan empat mesin. Bodi pesawatnya bulat di “cross section” dan mempunyai kabin awak transparan di hidung “peluru”nya, similar dengan pesawat B-29. Sayapnya mempunyai lengkungan di bagian pangkalnya dan lurus di bagian ujungnya. Pesawat ini mempunyai dua sirip ekor. Rodanya merupakan tricycle gear yang dapat dimasukkan.




Spesifikasi (dengan mesin BMW 801)

General characteristics
Crew: Eight
Length: 21.3 m (69 ft 9 in)
Wingspan: 43 m (141 ft)
Height: 4.3 m (14 ft)
Wing area: 127.8 m² (1,376 ft²)
Empty weight: 21,150 kg (46,630 lb)
Loaded weight: 45,540 kg (100,400 lb)
Max takeoff weight: 56,000 kg (123,000 lb)
Powerplant: 4× BMW 801 G/H radial engines, 1,272 kW (1,730 hp) each

Performance
Maximum speed: 560 km/h (350 mph)
Cruise speed: 350 km/h (217 mph)
Range: 15,000 km (9,500 mi)
Service ceiling: 8,000 m (26,000 ft)
Rate of climb: 120 m/min (390 ft/min)
Wing loading: 356 kg/m² (72.9 lb/ft²)
Power/mass: 0.11 kW/kg (0.07 hp/lb)

Armament
4 × 13 mm (0.51 in) MG 131 machine guns
2 × 20 mm (0.79 in) MG 151 cannons 6,600 lb (3,000 kg) bombload in internal bay




Sumber: http://www.aviastar.org/, http://www.wikipedia.org/
Foto: www.rollmodels.net

Messerschmitt Me 410 Hornisse


Role: Multirole fighter-bomber
Manufacturer: Messerschmitt
First flight: 1942
Introduced: 1943
Retired: 1945
Primary users: Luftwaffe; Hungarian Air Force
Produced: May 1943 - August 1944
Number built: ~1200
Developed from: Me 210


Me 410 Hornisse dikembangkan pada 1942 untuk menggantikan Me 210 dan secara umum mirip dengan versi produksi terakhir dengan Me 210. Modifikasi yang dilakukan termasuk kanopi pilot baru, bodi pesawat yang lebih panjang, wing leading-edge slots dan dilengkapi dengan mesin Daimler-Benz DB 603A. Tes awal-nya dilakukan dengan pesawat Me 210A yang dimodifikasi dan kemudian diikuti dengan purwarupa Me 410 yang sesungguhnya yang terbang pertama kali pada akhir 1942.

Memperlihatkan kemampuan yang lebih attraktif dari pada Me 210, Me 410 dipesan untuk diproduksi dan sekitar 1.100 pesawat dibuat hingga September 1944. Versinya termasuk Me 410A-1 bomber kecil performa-tinggi, A-1/U-2 pesawat tempur konversi dari A-1, A-2 destroyer, dan A-3 pesawat intai foto; versi B-1, B-2 dan B-3 yang similar; bomber torpedo B-5; dan pesawat tempur anti kapal B-6. Beberapa variant diharapkan untuk dibuat, tetapi akhirnya dibatalkan dan tidak masuk produksi.


Specifications (Me 410 A-1)

General characteristics
Crew: 2 (pilot and gunner)
Length: 12.40 m (40 ft 8 in)
Wingspan: 16.35 m (53 ft 7 in)
Height: 4.28 m (14 ft)
Wing area: 36.20 m² (390 ft²)
Empty weight: 6,100 kg (13,000 lb)
Max takeoff weight: 10,650 kg (23,480 lb)
Powerplant: 2× Daimler-Benz DB 603A liquid-cooled V12 engine, 1,750 PS (1,726 hp, 1,287 kW) each

Performance
Maximum speed: 624 km/h (388 mph)
Range: 2,300 km (1,400 miles) combat
Service ceiling 10,000 m (32,810 ft)

Armament
2 × 7.92 mm MG 17 machine guns
2 × 20 mm MG 151 cannon
2 × 13 mm MG 131 machine guns up to 1,000 kg (2,204 lb) of disposable stores


Messerschmitt Me-323



Sebelum melakukan perang pada 1939, Jerman telah mencari dan mengembangkan penggunaan parasut dan pasukan udara, untuk memastikan barikade buatan (seperti Maginot Line atau Albert Canal) atau batas alami (seperti Kithirai Channel) tetap aman. Pada awal peluncuran pasukan udara, terlihat bahwa glider/pesawat angkut yang lebih besar sangat dibutuhkan. Banyak keuntungan dalam penggunaan glider, berkebalikan dengan pasukan parasut terjun bebas: tiap unit tidak tersebar dan para pasukan tidak membutuhkan banyak waktu penting untuk membebaskan parasut yang kusut.

Me 323 adalah versi bermesin dari Me 321, secara umum similar, kecuali dengan adanya penambahan mesin dalam badan pesawat. Empat purwarupa awal, enam purwarupa lanjutan dan pesawat versi produksi (sekitar 200) telah dibuat. Versinya termasuk Me 232D, E dan F, dengan variasi mesin, persenjataan pertahanan dan kapasitas bahan bakar. Pesawat ini tidaklah mudah untuk diterbangkan, kadang memerlukan roket atau penarikan agar dia bisa terbang. Karena lamban dan mudah diserang, pesawat ini mengalami kekalahan parah ketika mengitimkan suplay ke Afrika saat mendekati penyerangan ke Afrika Utara.



Specification

MODEL: Me-323D-1
CRE: 5
ENGIN: 6 x G+R 14N, 730kW

WEIGHTS:
Take-off weight 43000 kg 94799 lb
Empty weight 27330 kg 60253 lb

DIMENSIONS:
Wingspan: 55.0 m or 180 ft 5 in
Length: 28.2 m or 92 ft 6 in
Wing area: 300.0 m[sup]2[/sup] or 3229.17 sq ft

PERFORMANCE:
Max. speed: 285 km/h or 177 mph
Cruise speed: 218 km/h or 135 mph
Range: 1100 km or 684 miles

ARMAMENT: 5 machine-guns



Sumber dan foto: http://www.aviastar.org/

Messerschmitt Me 321





Junkers dan Messerschmitt pada 1940 berhasil mendesain dan mengembangkan glider transportasi yang sangat besar yang cocok untuk mengirimkan orang atau barang-barang. Junker 322 Mammut (Mammoth) dengan bentang sayap 62 m akan dapat mengakomodasi 100 tentara berperalatan lengkap, tetapi terbukti tidak stabil dan dibatalkan oleh Reichsluftfahrtministeriurn. Akan tetapi, Me 321 menjadi desain yang berhasil dengan konfigurasi sayap (terpasang) tinggi (di bodi pesawat) dan dengan bahan konstruksi baja, kayu dan kain. Kokpit dipasang tinggi di bodi pesawat dengan tempat duduk tunggal berdekatan dengan bagian ujung depan sayap. Pintu menuju kabin utama terletak pada hidung dan di setiap sisi bagian belakang bodi pesawat. Beban yang bida diangkut pesawat ini adalah 22.000kg.

Purwarupa Me 321 VI terbang pertama kali pada Maret 1941 dan pesawat produksi Me 321A-1 mulai beroperasi pada Mei di tahun yang sama. Selanjutnya Me 321B-1 dengan awak 3 orang dan persenjataan untuk pertahanan 4 senapan mesin 7.9mm MG 15. Me 321 (dibuat sekitar 200) biasanya ditarik oleh tiga Bf 110C atau He 111Z. Roket yang dimiliki glider/pesawat ini digunakan untuk takeoff pada medan yang berat.



Specifications (Me 321)

General characteristics
Crew: two, pilot and co-pilot
Capacity: 130 troops
Length: 28.15 m (92 ft 4 in)
Wingspan: 55 m (180 ft 5 in)
Height: 10.15 m (33 ft 4 in)
Empty weight: 12,400 kg (27,300 lb)
Loaded weight: 34,400 kg (75,800 lb)

Performance
Maximum speed: 160 km/h on tow (100 mph)
Rate of climb: 2.5 m/s towed by three Bf 110 aircraft (490 ft/min)
Armament4 × MG 15 machine guns


Sumber: http://www.aviastar.org/ dan http://www.wikipedia.org/

Messerschmitt Me 261




Messerschmitt Me 261 Adolfine merupakan pesawat yang didesain berdasarkan Bf 110 pada akhir 1930 sebagai pesawat intai maritim jarak-jauh. Akan tetapi pesawat ini tidak diproduksi dan hanya masuk ke tahap purwarupa.


Pengembangan

Pada 1937 Messerschmidt memulai Projekt P.1062, sebuah studi untuk pesawat intai jarak jauh yang desainnya diambil dari pesawat tempur berat mesin kembar Bf 110. Pesawat ini mempunyai bodi yang panjang dan ramping dengan dua mesin yang terpasang di sayap. Kementrian Udara Jerman menyetujui proyek ini setelah pesawat ini dipastikan dapat membuat rekor penerbangan terjauh di dunia dan diberi kode 261.

Rencananya pesawat ini akan digunakan sebagai pesawat pembawa Obor Olimpiade dari Garmisch-Partenkirchen, Jerman (tempat pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin 1936 ke Tokyo, Jepang (tempat Olimpiade Musim Panas 1940 yang dibatalkan karena PD II) yang akan menjadi pemecahan rekor untuk penerbangan nonstop. Rencana ini mengikuti imajinasi Adolf Hittler dan ia menjadi bagian dalam desain awal pesawat ini. Oleh karenannya secara tidak resmi pesawat ini diberi nama Adolfine untuk menghormati hittler.


Desain

Me 261 mempunyai fitur yang sangat canggih di masa itu. Sayap logam-seluruhnya tiang-tunggal yang berfungsi sebagai tangki bahan bakar dan ini terdapat di dalam akar sayap di dekat bodi pesawat. Bodi pesawatnya mempunyai bagian rektangular dengan ruang untuk 5 awak, yang terdiri dari 2 pilot, seorang operator radio, seorang navigator dan seorang mekanik penerbangan.

Tenaganya dihasilkan oleh empat mesin Daimler-Benz DB 601, dipasangkan bersama sebagai pasangan dalam aranseen yang dikenal sebagai DB 606, dikembangkan untuk Heinkel He 177. Setiap pasangan memutar baling-baling dengan kecepatan yang dapat diatur melalui gearbox ter-share, menghasilkan 2.700 tenaga kuda.

Bagian bawah pesawatnya terdiri dari satu roda hidung dan dua roda utama berdiameter besar, yang tujuannya dapat digunakan pada medan berat.


Purwarupa

Pembuatan tiga purwarupa pesawat ini dimulai di pabrik Augsburg milik Messerschmitt selama musim gugur 1939, tetapi progress-nya sangat lambat karena perang kemungkinan akan pecah dan Olimpiade musim panas 1940 dapat dibatalkan. Desain awal Me 261 sebagai pesawat intai jarak jauh perlahan dilupakan dan semakin tidak strategis untuk dikembangkan.

Akan tetapi Kementrian Udara merasa bahwa pesawat ini akan sangat berguna, sehingga pada 1940 proyek dilanjutkan.

Me 261 V1
Penerbangan pertama purwarupa ini pada 23 Desember 1940 yang diterbangkan oleh pilot penguji Karl Baur. Willy Messerschmitt menulis untuk Ernst Udet pada 1941 dengan hasil penerbangan ini dan memprediksi jarak tempuh lebih dari 20.000km. Pemilihan DB 606 menjadi masalah karena jumlahnya sangat terbatas untuk pengembangan pesawat ini., karena sebagian besar digunakan untuk produksi pesawat seperti He 117. Me 261 V1 rusak parah selama penyerangan bomber Sekutu di Lechfeld, 1944.

Me 261 V2
Penerbangan pertama purwarupa ini pada awal 1941. Messerschmitt sadar bahwa pemakaian sayap sebagai tangki bahan bakar membuat persenjataan tidak dapat dipasang pada sayap, sehingga kedua purwarupa ini diuji untuk daya tahan penerbangannya pada 1943. Terdapat dugaan bahwa pesawat ini pernah menyebarkan selebaran propaganda ke New York, tetapi tidak terbukti hingga sekarang. Purwarupa ini juga rusak karena hal yang sama seperti Me 261 V1.

Me 261 V3Purwarupa ini berbeda dengan purwarupa sebelumnya, yaitu mempunyai dua mesin DB 610 (desain mesin berpasangan yang lain) dan dengan tambahan ruang awak sebanyak dua orang. Penerbangan pertamanya pada 16 April 1943 oleh Karl Baur dengan jarak 4.500 km selama 10 jam, membuat rekor ketahanan terbang tidak resmi yang tidak dapat diklaim karena keadaan perang. Pada Juli 1943, pesawat ini mengalama kegagalan mendarat karena sistem hidrolisnya gagal berfungsi dan kemudian di kirim ke Oranienburg untuk perbaikan, setelah itu pesawat ini digunakan dalam beberapa misi pengintaian jarak-jauh oleh Luftwaffe. Nasib pesawat ini sampai sekarang tidak diketahui.



Specifications (Me 261 V3)

General characteristics:
Crew: 7
Length: 16.68 m (54 ft 8¾ in)
Wingspan: 26.86 m (88 ft 1¾ in)
Height: 4.71 m (15 ft 5¾ in)
Powerplant: 2× Daimler-Benz DB 610A/B 24-cylinder inverted-vee engine, 2,200 kW (2,950 hp) each

Performance
Maximum speed: 620 km/h at 3,000 m (385 mph at 9,840 ft)
Range: 11,024 km (6,850 miles)
Service ceiling 8,260 m (27,100 ft)

Armament: None



Messerschmitt Me-262




Apakah yang akan dihasilkan dari perang di Eropa pada 1940 jika potensi Proyek 1065 milik Messerschmitt di perhatikan oleh otoritas tinggi? Jika program pesawat turbo-jet ini menghasilkan pesawat yang dapat beroperasi lebih cepat, apakah Luftwaffe akan memenangkan PD II?

Sayangnya jawabannya tidak jelas dan tidak ada ruang diskusi lagi. Tetapi dapat pasti dikatakan bahwa Me 262 (P.1065) adalah pesawat turbojet pertama di dunia yang beroperasi dan diresmikan, di Juvincourt, Perancis 10 Juli 1944. Akan tetapi karena kurang matangnya perencanaan peluncuran pesawat ini dan taktik yang kurang memadai untuk memanfaatkan keuntungan kecepatan pesawat, ditambah kekacauan di Jerman dan kurangnya suplay bahan bakar, membuat pesawat ini tidak memberikan peran yang maksimal di PD II.

Desain P.1065 dimulai pada awal 1938 ketika Reichsluftfahrtministerium meminta Messerschmitt untuk mendesain pesawat tempur mesin ganda yang dapat menggunakan mesin turbojet baru yang dikembangkan oleh Jerman. Setelah inspeksi, tiga purwarupa dipesan pada 1 Juni 1940. Tetapi karena mesin yang akan digunakan Me 262 belum dikembangkan secara cukup, purwarupa pertama terbang dengan mesin piston. Pada 18 Juli 1942, penerbangan pertama dengan menggunakan mesin turbo jet (keseluruhan) dilakukan. Heinkel 280 yang tidak jadi diproduksi terbang sebelum Me-262 pada 2 April 1941, sehingga penjadi penerbangan pertama di dunia yang menggunakan mesin jet ganda (kembar).

Pada konstruksi kulit besi (full) konvensional, sayapnya tertekuk ke belakang. Mesinnya terpasang di antara sayap yang menghasilkan struktur bodi pesawat yang kompleks dan roda pendaratannya dapat dimasukkan. Pada Purwarupa kelima, roda pendaratan hidungnya tidak dapat dimasukkan, da purwarupa keenam menjadi pesawat yang mempunyai roda pendaratan “tricycle” pertama yang dapat dimasukkan (ketika terbang).

Versi utama pertama pesawat ini adalah interseptor Me 262A-1a Schwalbe (Swallow), yang dipersenjatai dengan empat meriam 30mm MK 108 yang terpasang di hidung pesawat. Versi ini mempunyai dua mesin turbo jet 8-stage axial-flow 8.825kN Junkers Jumo 109-004B-1. Beberapa pesawat versi ini diproduksi dengan persenjataan yang berbeda.
Versi utama yang lain adalah bomber Me 262A-2a Sturmvogel (Stormbird). Versi ini diproduksi karena keputusan Adolf Hitler yang akhirnya justru menghambat produksi secara keseluruhan. Persenjataan versi ini dipersenjatai dengan MK 108 standar, satu bom 1.000 kg dan dua bom 500kg atau 250 kg. Selain kedua versi ini ada beberapa versi lain, terutama untuk fungsi pengintaian bersenjata atau tidak bersenjata.


Specification:

MODEL: Me-262A-1a
CREW: 1
ENGINE: 2 x Junkers Jumo 004B-1/-2/-3, 8.82kN

WEIGHTS:
Take-off weight: 6400 kg or 14110 lb
Empty weight: 3800 kg or 8378 lb

DIMENSIONS:
Wingspan: 12.48 m or 40 ft 11 in
Length: 10.6 m or 34 ft 9 in
Height: 3.84 m or 12 ft 7 in
Wing area: 21.7 m[sup]2[/sup] or 233.58 sq ft

PERFORMANCE:
Max. speed: 870 km/h or 541 mph
Ceiling: 11450 m or 37550 ft
Range: 1050 km or 652 miles

ARMAMENT: 4 x 30mm cannons



Sumber dan foto: http://www.aviastar.com/

Messerschmitt Me 210

Hampir semua dari percobaan/pengujian terbang Bf-110 menemukan kekurangannya sebagai pesawat tempur, yaitu manuverabilitas. Me-210 (yang mulai didesain pada 1937) didesain sebagai pesawat multi-peran mesin-ganda superior untuk menggantikan Bf-110.

Pada bentuk purwarupanya, pesawat ini similar dengan Bf 110 dan ketika terbang pertama kali pada 2 September 1939 ditemukan ketidakstabilan pada sirip/rudder ekornya, sehingga diganti dengan sirip/rudder ekor lebar yang lebih konvensional. Walaupun dengan beberapa modifikasi, stabilitasnya masih tetap kurang dan walaupun telah diperkenalkan (dioperasikan) dengan 3 versi Me 210A, B dan C pada awal 1941, hampir seluruhnya diganti (dipensiunkan) dalam dua tahun.

Sumber dan foto: http://www.aviastar.org/

Messerschmitt Me 209 V1


Pesawat bermesin piston tercepat di dunia adalah pesawat Messerschmitt Me 209 V1 yang membuat rekor kecepatan 469.22 mph pada 26 April 1939. Pesawat diterbangkan oleh Flugkapitan Fritz Wendel. Pesawat ini mempunyai mesin yang didesain secara khusus, yaitu mesin berpendingin cairan terbalik duabelas silinder Daimler-Benz DB 601 ARJ yang dapat menghasilkan 1800 tenaga kuda dan dapat ditingkatkan hingga 2300 tenaga kuda. Pesawat ini selesai dibuat pada Juni 1938 dan terbang pertama kali pada 1 Agustus 1938.

Hanya beberapa minggu sebelum penerbangan Wendel (26 April 1939), pada 30 Maret 1939, Hans Dieterle (pilot berumur 22 tahun) menerbangkan Heinkel He 100 V8 pada kecepatan 463,92 mph untuk memecahkan rekor yang dibuat oleh Francesco Angello dengan pesawat Macchi-Castoldi MC-72 yang berkecepatan 440.7 mph. Rekor Dieterle hanya bertahan kurang dari satu bulan. Rekor milik Wendel bertahan hingga 30 tahun sebelum dipecahkan pada 16 Agustus 1969 oleh Darryl G. Greenamyer (kebangsaan Amerika) dengan pesawat F8F-2 Bearcat "Conquest 1" bertenaga 3.100 tenaga kuda, dengan kecepatan 481.041 mph. Beberapa bagian dari pesawat ME-209 V1 masih ada hingga sekarang dan disimpan di Polish Air Museum, Krakow

Me 209 pada awalnya dibuat untuk memecahkan rekor, tetapi akhirnya desain bodi pesawatnya dibuat menjadi Me 209 V4 dengan tujuan untuk mengembangkan pesawat suksesor Bf 109 akan tetapi akhirnya program ini dihentikan.

Messerschmitt Bf 162


Messerschmitt Bf 162 adalah pesawat bomber kecil yang didesain di Jerman pada PD II yang merupakan kompetitor gagal dari Ju 88. Bf 162 adalah bagian dari usaha propaganda, tetapi akhirnya tidak pernah diproduksi karena baru berhasil membuat purwarupanya saja.

Bf 162 didesain untuk merespon kebutuhan RLM (Reichsluftfahrtministerium - "Reich Aviation Ministry") pada tahun 1935 akan schnellbomber (bomber cepat) untuk kebutuhan taktis. Bf 162 merupakan modifikasi dari Bf 110 dengan hidung transparan untuk mengakomodasi seorang bombardier. Pada 1937 tiga purwarupa berhasil diterbangkan bersaing dengan Junkers Ju 88 dan Henschel Hs 127. Tetapi akhirnya Ju 88 dipilih untuk diproduksi, sehingga pengembangan Bf 162 berhenti pada point ini. Karena ada miskomunikasi di kalangan lembaga pertahanan, press Jerman sudah terlanjur menyebarkan kabar tentang "Messerschmitt Jaguar". Nomor pesawat 162 akhirnya dipakai oleh pesawat tempur jet Heinkel He 162.

Spesifikasi:
Crew: three - pilot, tail gunner, and bombardier/navigator
Length: 12.75 m (41 ft 10 in)
Wingspan: 17.16 m (56 ft 4 in)
Height: 3.58 m (11 ft 9 in)
Empty weight: 4,400 kg (9,700 lb)
Loaded weight: 5,800 kg (12,787 lb)
Powerplant: 2× Daimler-Benz DB 600-A liquid-cooled inverted V12 piston Maximum speed: 480 km/h (298 mph)
Range: 780 km (485 miles)
Armament: 10 × 50 kg (110 lb) bombs


Messerschmitt Bf 110




Pesawat tempur paling penting kedua yang didesain oleh Willy Messerschmitt, Bf 110 dibuat karena kebutuhan Reichsluftfahrtministerium akan pesawat tempur jarak jauh atau destroyer (Zerstorer) berkapasitas senjata besar pada 1934. Dari konfigurasi monoplane sayap (terpasang) rendah (di bodi pesawat) kantilever, pesawat tempur dua-kursi ini mempunyai bodipesawat bagian-oval, kanopi transparan panjang, ekor pesawat terpasang-tinggi (pada bodi) dengan plat sirip dan kemudi diujungnya, roda pendaratan yang dapat ditarik masuk, dan dua mesin in-line Daimler-Benz DB 600. Ketika purwarupa pesawat ini terbang pertama kali pada 12 Mei 1936, pesawat ini mampu mendemonstrasikan kecepatan memutar/membelok yang sangat memuaskan. Akan tetapi, tes selanjutnya menunjukkan bahwa pesawat ini mungkin akan menghadapi masalah pada saat pertempuran, karena walaupun kecepatannya sangat tinggi, tetapi manuverabilitinya tidaklah cukup baik.

Bf 110A-0 pre-produksi yang bertenaga dua mesin 454.5kW Junkers Jumo 210B, menunjukkan kemunduran performa. Produksi awal Bf 110B mempunyai mesin similar tetapi telah ditingkatkan tenaganya. Hanya sedikit pesawat versi ini yang dibuat sebelum mesin 820kW DB 601A digunakan untuk pesawat yang lebih bertenaga Bf 110C. Sayangnya Luftwaffe tidak mungkin mengevaluasi Bf 110 dalam Perang Sipil Spanyol, dengan hasil bahwa ketika Bf 110C mengawal bomber yang menghancurkan Polandia pada awal PD II, mereka dipercaya telah mendapatkan senjata baru yang sangat berharga. Kepercayaan ini semakin kuat ketika sebelum Natal 1939, Bf 109 dan 110 menghancurkan 12 dari 22 Wellingtons yang melakukan pengintaian di Heligoland Bight.

Bf 110C dan Bf 110D (yang berjarak jangkau lebih) diluncurkan dengan penuh kepercayaan diri melawan Inggris pada musim panas 1940. Akan tetapi sebelum Battle of Britain mencapai puncaknya, sangat terlihat bahwa Bf-110 bukanlah tandingan pesawat tempur kursi-tunggal RAF yang mempunyai manuverabilitas sangat tinggi.

Walaupun kegagalan perannya, Bf 110 telah membuktikan diri sebagai pesawat yang paling berharga dan paling sukses sebagai pesawat tempur-malam sebelum pesawat yang lebih canggih dibuat. Bf 110E bermesin DB 601N dan Bf 110F bermesin DB 601E menjadi inti dari berbagai operasi. Dalam beroperasi pesawat ini dipandu dengan radar Wiirzburg agar posisinya tepat pada malam hari.

Pesawat tempur-malam tiga kursi Bf 110 diikuti dengan produksi Bf 110G bermesin DB 605B yang versi awalnya digunakasn sebagai bomber-tempur. Akan tetapi varian empat-kursi Bf110G-4a, -4b, -4c, dan -4d yang dilengkapi dengan radar yang berbeda digunakan untuk operasi pada malam hari. Produksi akhir dari Bf 110 adalah versi Bf 110H, yang secara umum sama dengan Bf 110G tetapi mempunyai persenjataan yang lebih banyak. Selama awal 1944 hampir 60% dari seluruh angkatan pesawat tempu-malam Jerman terdiri atas varian Bf 110. Total 6.000 pesawat ini telah dibuat sebelum produksi berakhir.


Specifications

Model: Messerschmitt Bf 110G/R3 Zerstorer (Destroyer)
Length: 42.81 ft; 13.05 m
Width: 53.31 ft; 16.25 m
Height: 13.71 ft; 4.18 m
Engine(s): 2 x Daimler-Benz DB 601B-1 inverted V-12 piston engines generating 1,474hp.
Empty Weight: 11,222 lbs; 5,090 kg
MTOW: 21,804 lbs; 9,890 kg
Max Speed: 342 mph; 550 km/h; 297 kts
Max Range: 1,305 miles; 2,100 km
Ceiling: 26,247 ft; 8,000 m; 5.0 miles
Climb Rate: 2,170 ft/min (661m/min)
Hardpoints: 2
Armament: 2 x 30mm cannons in nose; 2 x 20mm cannons in nose; 2 x 7.92mm machine guns in rear cockpit
Crew: 2
Operators; Nazi Germany

Major Variants
• Bf 110 - Base Production Model Designation
• Bf 110C-4/B - Fitted with twin Daimler-Benz DB 601N inverted V-12 piston engines generating 1,200hp each.
• Bf 110D-2
• Bf 110E - Initial Dedicated Fighter-Bomber Models• Bf 110E-1
• Bf 110F-4 - Nightfighter Variant
• Bf 110G - DB 605B-powered models
• Bf 110G/RC - Nightfighter Variant
• Bf 110G-2 - Ground Attack / Anti-Tank Model


Messerschmitt Bf 109

Ini akan membutuhkan lebih dari sebuah “Solomon” untuk menilai pesawat mana yang merupakan pesawat tempur terbaik pada PD II. Tetapi sangatlah tidak mungkin untuk mendapatkan penilaian adil karena banyaknya variabel penilaian. Akan tetapi aman jika kita mengatakan bahwa Bf 109 (yang didesain oleh Willy Messerschmitt) bukan satu-satunya pesawat hebat dalam perang, tetapi hampir pasti bahwa pesawat ini adalah pesawat Jerman yang paling terkenal yang pernah dibuat. Jika jumlah produksi menjadi kriteria, pesawat ini akan berada diurutan pertama atau kedua. Total produksi pesawat ini sekitar 35.000, yang tidak jauh beda dengan total produksi pesawat Rusia Ilyushin IL-2 Shturmovik.

Desain Bf 109 dimulai oleh Bayerische Flugzeugwerke pada akhir 1933, setelah adanya pernyataan dari Reichsluftfahrtministerium (RLM) yang membutuhkan pesawa tempur monoplane untuk menggantikan Arado Ar 68 dan Heinkel He 51. Kebutuhan ini sebenarnya tidaklah terlalu penting, tetapi RLM percaya bahwa dengan adanya evaluasi kompetitif dan dengan waktu yang ada maka dapat dilakukan pengembangan secara terus menerus, sehingga pada saat dibutuhkan nanti akan ada pesawat hebat yang telah siap untuk dioperasikan. Beberapa perusahaan mengajukan proposal, tetapi hanya dua Bayerische Flugzeugwerke dan Heinkel yang dipilih untuk melakukan pengembangan dan evaluasi, dengan masing-masing membuat 10 contoh. He 112 milik Heinkel-lah yang pertama kali terbang (pada musim panas 1935) tetapi Bf 109-lah (yang pertama kali terbang pada pertengahan September 1935) yang dibuat dalam jumlah yang sangat besar. Anehnya kedua pesawat purwarupa ini bermesin sama yaitu mesin in-line Rolls-Royce Kestrel, sama seperti mesin in-line Junker Jumo 210.

Versi produksi pertama pesawat ini yang beroperasi dengan Luftwaffe adalah Bf 109B-1 bermesin 473.2kW Jumo 210D, diikuti dengan 109B-2 dengan mesin 477kW Jumo 210E dan kemudian 499kW Jumo 210G. Pesawat tempur berkursi tungal dengan bahan konstruksi besi Bf-109 adalah monoplane bersayap terpasang rendah pada bodi pesawat. Roda pendaratan utama dapat ditarik masuk, tetapi sebagian besar versinya mempunyai roda belakang yang tidak dapat ditarik masuk. Unit ekor pesawat ini konvensional, tetapi ekor pesawatnya telah dimodifikasi menjadi ekor stuktur kantilever dan dikenalkan sebagai versi baru Bf 109F.

Varian Bf 109B-2 dan Bf 109C diterbangkan oleh Legion Condor pada perang Sipil Spanyol. Mesin Daimler-Benz DB 600 dikenalkan pada versi Bf 109D: lebih dari 200 pesawat model ini beroperasi dengan Luftwaffe pada saat pecahnya perang. Pesawat itu diikuti dengan beroperasinya versi baru Bf 109E bermesin 820kW DB 601A. Sebagai tambahan produksi untuk Luftwaffe, sekitar 300 contoh tipe ini telah diekspor. Bf 109E adalah versi prinsipal yang digunakan pada Battle of Britain dan diikuti oleh versi Bf 109F bermesin 894.2kW DB 601N atau 969kW DB 601E. Dengan pertimbangan untuk mendapatkan puncak pengembangan dari pesawat hebat ini, Bf 109F diperkenalkan dengan garis aerodinamis yang bersih, dan ekor pesawat yang “unbraced” dan dengan roda belakang yang dapat ditarik masuk.

Versi pesawat yang paling banyak dibuat adalah Bf 109G yang ternyata lebih inferior dari pesawat versi sebelumnya, walaupun diperkenalkan dengan mesin yang lebih bertenaga Daimler-Benz. Meskipun di bawah efek dari pengeboman strategis Sekutu, Bf-G tetap diproduksi dalam jumlah besar. Versi terakhir yang digunakan dalam jumlah terbatas dengan peningkatan bentang sayap dalah Bf 109H dan versi baru dari Bf 109G bernama Bf 109K. Produksi Bf 109 terus berlanjut di Cekoslovakia dan Spanyol setelah perang berhenti. Ceko membuat versi S-99 yang digunakan untuk trainer pada 1957.


Spesifikasi: Model Messerschmitt Bf 109E-7
Length: 28.67 ft ; 8.74 m
Width: 32.35 ft ; 9.86 m
Height: 11.15 ft ; 3.40 m
Engine(s): 1 x Daimler-Benz 1,200 hp DB 605A liquid-cooled inverted V12-cylinder piston engine.
Empty Weight: 4,440 lbs ; 2,014 kg
MTOW: 6,100 lbs ; 2,767 kg
Max Speed: 359 mph ; 578 km/h ; 312 kts
Max Range: 680 miles ; 1,094 km
Ceiling: 36,499 ft ; 11,125 m ; 6.9 miles
Climb Rate: 3,300 ft/min (1,006 m)
Hardpoints: 1 Armament: 1 x 20mm cannon in propeller hub; 4 x 7.9mm machine guns (2 in engine cowling; 2 in wings); Provision for one bomb under fuselage.
Crew: 1 Operators: Nazi Germany, Czechoslovakia, Israel and Spain.


Major Variants
• Bf 109V-7 - Prototype for first series production model; armed with 2 x machine guns and 1 x MG FF 20mm cannon.
• Bf 109A - Preproduction Model
• Bf 109B - First Series Production Model; fitted with Jumo 210 engine of 610hp. • Bf 109B-2 - 24 examples produced
• Bf 109C - Preproduction Model
• Bf 109D - Preproduction Model fitted with Daimler-Benz DB 600A inline piston engine.
• Bf 109E - Initial Production Model Designation.
• Bf 109E-1
• Bf 109E-2
• Bf 109E-3
• Bf 109E-4
• Bf 109E-5
• Bf 109E-6
• Bf 109E-7 - DB 605A engine; 1 x 20mm cannon firing through propeller hub; 2 x 7.9mm machine guns in engine cowling; 2 x 7.9mm machine guns in wings.
• Bf 109E-8 • Bf 109E-9 - Fitted with Daimler-Benz DB 601A engine generating 1,100hp.
• Bf 109F - Aerodynamic refinements; fitted with Daimler-Benz DB 601E or 601N powerplants; redesigned cowling, wings and tail.
• Bf 109F-1
• Bf 109F-2
• Bf 109F-3
• Bf 109F-4
• Bf 109F-5
• Bf 109F-6
• Bf 109G - "Definitive Bf109"; fitted with Daimler-Benz DB 605 inline piston engine. • Bf 109G-0 - Preproduction "G" Model
• Bf 109G-1 - Fitted with DB 605A engine; provision for pressurized cockpit; emergency power boost system.
• Bf 109G-2 - Sans power boost system
• Bf 109G-3 - Provision for pressurized cockpit; emergency power boost system.
• Bf 109G-4 - Sans power boost system
• Bf 109G-5 - Provision for pressurized cockpit; emergency power boost system.
• Bf 109G-6
• Bf 109G-7
• Bf 109G-8
• Bf 109G-9
• Bf 109G-10 - Fastest of "G" Model variants; sans wing machine guns; power boost enabled; increased endurance.
• Bf 109G-11
• Bf 109G-12
• Bf 109G-13
• Bf 109G-14
• Bf 109G-15
• Bf 109G-16
• Bf 109H - High-Altitude Variant; increased wingspan.
• Bf 109H-1
• Bf 109K - Improved Bf109G Model fitted with Daimler-Benz 605 inline piston engine.
• Bf 109K-1
• Bf 109K-2
• Bf 109K-3
• Bf 109K-4 - Last of operational Bf 109's; power boost enabled; DB 605D engines; 2 x MG 151 15mm cannons semi-recessed above engine; 1 x MK 108 20mm cannon OR 1 x MK 103 30mm cannons firing through propeller hub.
• Bf 109K-5
• Bf 109K-6 - Last of operational Bf 109's; power boost enabled; DB 605D engines; 2 x MG 131 12.7mm machine guns in engine cowling mount; 2 x MK 103 30mm cannons in external underwing mounts.
• Bf 109K-7
• Bf 109K-8
• Bf 109K-9
• Bf 109K-10
• Bf 109K-11
• Bf 109K-12
• Bf 109K-13
• Bf 109K-14 - Final Bf 109 Variant; fitted with DB 605L engine; limited to 2 production examples.
• Bf 109T - Converted Bf109E models for planned carrier usage; 10 such examples.
• Ha-1109 - Spanish-production Bf 109G model built by Hispano.
• S-199 - Czechoslovakia-production Bf 109G model built by Avia.



Messerschmitt Bf 108 Taifun


Pesawat monoplane kabin empat-kursi Messerschmitt Bf 108 pada awalnya dibuat sebagai M 37 oleh perusahaan Bayerische Flugzeugwerke (yang menjadi Messerschmitt pada 1935) untuk Challenge de Tourisme Internationale pada 1934. Produksi sebagai Bf 108 Taifun dimulai pada 1934.

Dioperasikan oleh Luftwaffe selama PD II sebagai pesawat komunikasi dan transport personel. Pesawat ini bermesin 179kW Argus As.10C.

Specification

MODEL: Bf 108B
CREW: 1
PASSENGERS: 3
ENGINE: 1 x Argus As 10C, 179kW
WEIGHTS:
Take-off weight: 1385 kg; 3053 lb
Empty weight: 880 kg; 1940 lb
DIMENSIONS:
Wingspan: 10.50 m; 34 ft 5 in
Length: 8.30 m; 27 ft 3 in
Height: 2.30 m; 7 ft 7 in
Wing area: 16.40 m2; 176.53 sq ft
PERFORMANCE:
Max. speed: 300 km/h; 186 mph
Ceiling: 5000 m; 16400 ft
Range: 1000 km; 621 miles


Sumber dan foto: http://www.aviatar.org/

Messerschmitt M 20



Purwarupa pertama terbang dan kemudian mengalami kecelakaan fatal yang menyebabkan pilot Hans Hackmack tewas pada 26 Februari 1928. Purwarupa kedua terbang pada 3 Agustus 1928. 14 Pesawat dibuat untuk Lufthansa, 11 di antaranya hancur baik karena kecelakaan ataupun tertembak musuh.





Specification:
MODEL: M 20b
CREW: 2
PASSENGERS: 8-10
ENGINE: 1 x BMW-VI, 500kW
WEIGHTS:
Take-off weight: 4800 kg; 10582 lb
DIMENSIONS:
Wingspan: 25.5 m; 83 ft 8 in
Length: 15.9 m; 52 ft 2 in
Height: 4.2 m; 13 ft 9 in
Wing area: 65.0 m2; 699.65 sq ft
PERFORMANCE:
Max. speed: 220 km/h; 137 mph
Cruise speed: 180 km/h; 112 mph
Ceiling: 5000 m; 16400 ft
Range w/max.fuel: 1000 km; 621 miles

Sumber dan foto-foto: http://www.aviastar.org/