Tampilkan postingan dengan label Helikopter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Helikopter. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Oktober 2011

Kawasaki OH-1,1996





TIPE:
Helikopter observasi bersenjata


PROGRAM:

Helikopter ini dikembangkan untuk menggantikan OH-6D milik JGSDF. Japan Defence Agency (IDA) memberikan dana sebanyak 2,7 milyar yen (US$ 22,5 juta) pada tahun fiskal 1992 untuk fase desain dasar helikopter yang kemudian sementara diberi nama OH-X. Pengajuan dana dikeluarkan oleh Istitut Riset dan Pengembangan Teknis JDA pada 17 April 1992. Kawasaki terpilih sebagai kontraktor utama (60% program) pada 18 September 1992, dengan Fuji dan Mitsubishi (masing-masing 20%) sebagai partner. Team Engineering Helikopter Observasi (OHCET) dibentuk oleh ketiga perusahaan ini, dan memulai desain awal pada 1 Oktober 1992. Maket dibuat dan dipublikasikan pada 2 September 1994 dengan nama Jepang Kogata Kansoku yang berarti [helikopter] observasi kecil yang baru. 

Program helikopter ini membuat enam purwarupa (empat untuk uji terbang, dan dua untuk uji darat); helikopter purwarupa pertama (32001) selesai dibuat di Gifu pada 15 Maret 1996 dan terbang pertama kali pada 6 Agustus 1996, diikuti purwarupa kedua pada 12 November. Nama OH-1 kemudian diberikan pada akhir 1996 untuk helikopter ini. Dua purwarupa XOH-1 pertama ini kemudian diserah-terimakan ke JDA pada 26 Mei dan 6 Juni 1997.
Purwarupa ketiga terbang pada 9 Januari 1997, pada saat itu dua purwarupa pertama sudah membuat total sekitar 30 dan 20 jam terbang. Purwarupa ketiga ini kemudian diserahkan ke JDA pada 24 Juni 1997.
Purwarupa keempat terbang pada 12 februari 1997 dan diserahkan pada 29 Agustus 1997.
Keempat purwarupa tersebut kemudian diberi nomor ulang pada 1999 dari 32001-04 menjadi 32601-04.

Produksi tiga OH-1 pertama didanai pada tahun fiskal 1997 dan dipesan pada 1998. Purwarupa pertama terbang dengan mesin yang lebih efisien bahan bakar TS1-10QT (menggantikan XTS1-10), pada 30 Maret 1998. Pada awal 1999, empat purwarupa telah membuat total sebanyak 450 jam terbang dan kemudian membuat 450 jam terbang selanjutnya pada akhir 1999, termasuk evaluasi oerasional di markas JGSDF Akeno. Produksi pertama OH-1 (32605) terbang pada Juli 1999 dan diserahkan ke JGSDF pada 24 Januari 2000 di Gifu.
Nama “Ninja” dilaporkan diberkan pada helikpter ini di tahun 2002, tetapi tidak dikonfirmasi secara resmi.


VERSI MUTAKHIR:
OH-1; Versi produksi awal dasar, seperti dijelaskan di atas.
Perkembangan Versi: Sedang dalam pengujian untuk penggunaan mesin yang lebih baik (kemungkinan LHTEC T800 atau R-R/Turbomeca/MTU MTR 390). OH-1Kai merupakan kandidat yang mungkin sesuai dengan persyaratan program AH-X dan diberinama AH-2, dengan badan pesawat berlapis plat baja di bagian depan dan tengah, mesin dan transmisiyang lebih baik, serta pengangkut senjata tambahan.


KONSUMEN
Total 20 helikopter, termasuk purwarupa dipesan pada tahun fiskal 2002, dan paling sedikit 12 helikopter diserah-terimakan pada akhir 2002. Japan Ground Self-Defence menyatakan membutuhkan sebanyak 150 hingga 200 helikopter ini.
“Hiko Jikkentai” (Skuadron Uji Terbang) dibentuk dengan empat helikopter produksi pertama pada Maret 2001 di Akeno. Selanjutnya beberapa helikopter hasil produksi diserahkan pada akhir 2002 ke Kasumigaura Bunko, Utsunomiya Bunko dan Kyoiku Shien Hikotai (di Akeno) yang kesemuanya merupakan departemen dari Kuko Gako (Sekolah Penerbangan) Angkatan Bersenjata Jepang.


BIAYA:
Pendanaan untuk pengembangan, purwarupa dan uji terbangg meliputi 2,5M Yen pada tahun fiskal 1992; 10,2M Yen pada tahun fiskal 1993; 50,1M Yen pada tahun fiskal 1994 dan 23,3M Yen pada tahun fiskal 1995. Biaya per unit dari produksi empat pesawat pertama adalah 1,924M Yen pada tahun fiskal 1997; 2,018M Yen pada tahun fiskal 1998, 2,229M Yen pada tahun fiskal 1999 dan 2,075 M Yen pada tahun fiskal 2000.




FITUR DESAIN:
Rotor utama empat-bilah dan sistem transmisi Kawasaki yang tak berengsel, tak berbantalan dan toleran-balistik 20mm; rotor ekor tipe-Fenestron dengan delapan bilah bersudut gunting (35 dan 55°); sayap-pendek yang dipasangi pengangkut senjata dan sistem peredam getaran aktif.


KONTROL PENERBANGAN:
Sistem augmentasi kontrol AFCS dan stabilitas terintegrasi (SCAS)


STRUKTUR:
Bilah dan pusat rotor diproduksi dari komposit GFRP, badan pesawat bagian tengah dan mesin dibuat oleh mitsubisi. Unit ekor, kanopi, sayap-pendek dan penutup mesin (berbahan baja) dibuat oleh Fuji. Sisa bagiannya dikerjakan oleh Kawasaki. Sekitar 37% airframe menggunakan komposit GFRP/CFRP.


RODA PENDARATAN:
Tipe roda pendaratan bagian ekor tidak dapat dimasukkan. Tersedia tipe roda maupun papan untuk roda pendaratan utamanya.


MESIN:
Mesin FADEC662kW kembar-dilengkapi mesin tuboshaft TS1-10QT Mitsubishi (mesin XTS1-10 awalnya dipakai pada purwarupa). Kemungkinan penggunaan mesin lain tidak dibatasi.
Transmisi mempunyai kemampuan “run-dry” 30-menit.
Setiap sayap dapat membawa tangki bahan bakar tambahan sebanyak 235 liter.


AKOMODASI:
Awak helikopter ini dua orang, dengan tipe tempat duduk tandem dan posisi pilot di depan.




SISTEM AVIONIK:
Penerbangan: AFCS dengan fungsi augmentasi dan penahan stabilitas; kontrol HOCAS dual.
Instrumentasi: Dua MFD lebar Yokogawa di setiap kokpit, terhubung dengan databus MIL-STD-1553B. HUD Shimadzu di kokpit depan.
Misi: turet terpasang-di-atap Kawasaki yang dioperasikan secara elektrik dikombinasikan dengan pencitraan termal Fujitsu. Kamera TV warna real-time NEC dan pengukur/pelacak jarak laser NEC.
Pertahanan Diri: jammer IR yang dipasang di punggungan dengan sistem dasar BAE AN/ALQ-144


PERSENJATAAN:
Empat misil ringan jarak-dekat Toshiba Tipe 91, dan misil udara-ke-udara pada tiang di bawah sayap untuk pertahanan diri.


Diterjemahkan secara bebas dari: www.aviastar.org

Sikorsky S-67, 1970



Sikorsky, yang merupakan raksasa industri helikopter, ikut serta dalam kompetisi desain untuk helikopter tempur yang dilaksanakan oleh Angkatan Bersenjata AS. Pada 1964, Sikorsky mengajukan proposal proyek S-66 ke Angkatan Bersenjata AS untuk spesifikasi AAFSS, yang mengharapkan kecepatan maksimal helikopter hingga 418 km/jam dan kemampuan melayang selama 10 menit. S-66 terlihat sangat mirip dengan Lockheed AH-66A Cheyenne (yang memenangkan kontes), tetapi S-66 memiliki rotor ekor Rotortrop yang dapat berputar pada porosnya hingga 90° untuk bekerja sebagai rotor anti-torque konvensional pada penerbangan horizontal dan sebagai propeler pendorong, yang dengan demikian mengubah S-66 menjadi sebuah pesawat gabungan pada penerbangan jelajah. Ketika AH-56A gagal memenuhi ekspektasi, Sikorsky menawarkan sebuah pesawat menengah, terdiri dari versi tempur dari S-61, tetapi kemudian mendesain AAFSS yang disederhanakan dengan menggunakan semaksimal mungkin komponen dari S-61. Hasilnya adalah S-67 Blackhawk yang muncul pada 1970.

Blackhawk terlihat seperti helikopter dengan rotor konvensional (seperti S-61) dan mempunyai garis dan fitur khusus milik helikopter tempur: dua sayap pendek dengan bentang 8,33 m dan ekor yang “all-moving”. Roda utama helikopter ini dapat dimasukkan, sementara roda di ekor tidak. Salah satu fitur yang paling menarik adalah adanya rem kecepatan pada ujung belakang sayap, yang dapat digunakan sebagai rem udara maupun untuk meningkatkan manuverabilitas. Sebagai tambahan, ujung rotor utama dimodifikasi dan diberi tekukan-ke-belakang sebesar 20°, untuk mengurangi getaran, kecepatan stall dan kebisingan.

Blackhawk melalui pengujian panjang dari 1970 hingga 1974 tetapi hasilnya tidak memuaskan. Namun demikian helikopter ini memecahkan rekor dunia kecepatanb untuk kelas E-1 pada 14 Desember 1970 dengan kecepatan 348.971km/h selama 3km, kemudian menjadi 335.485km/h pada sirkuit 15/25km. Pada fase terakhir pengujian, S-67 dipasangi dengan sistem penglihatan malam, sebuah turret TAT-140 dengan meriam 30mm dan kompartemen terisolasi dan kedap suara untuk pengangkutan pasukan. S-67 juga didesain untuk mengangkut persenjataan sebanyak 16 misil anti-tank TOW, roket 2,75 inci atau misil udara-ke-udara Sidewinder. 



Blackhawk menunjukkan manuverabilitas, kapasitas angkut senjata dan fleksibilitas yang sangat bagus. Pada akhir putaran pengujian, Angkatan Bersenjata AS meminta agar helikopter ini dimodifikasi dengan mengganti unit ekor dengan sebuah “ducted fan”, dan dengan konfigurasi ini mampu mencapai kecepatan 370 km/jam saat test menukik pada 1974.

Sikorsky mendesain dan mengembangan helikopter serang kecepatan tinggi Sikorsky S-67 Blackhawk sebagai usaha swasta. Helikopter ini mengkombinasikan dua mesin General Electric T58-GE-5 1119kW, serta rotor utama dan ekor lima-bilah dengan badan pesawat ramping, sayap tetap bentang-pendek 8.33m, unit ekor berbentuk salib dengan permukaan horizontal “all-moving”, dan roda pendaratan ekor yang dapat dimasukkan. Pada akhirnya pengembangan helikopter ini dihentikan setelah sebuah kecelakaan pada 1974.




Data Teknis Sikorsky S-67:
Awak: 2
Mesin: 2 Mesin Turboshaft General Electric T58-GE-5, menghasilkan 1119kW
Diameter Rotor Utama: 18.9 m
Panjang: 19.7 m
Tinggi: 5.0 m
Bentang Sayap: 8.33 m
Berat take-off: 9980 kg
Berat Kosong: 4955 kg
Kecepatan Maksimal: 349 km/jam
Kecepatan Jelajah: 320 km/jam
Kecepatan Naik: 12.1 m/detik
Jarak Jelajah: 400 km


Diterjemahkan secara bebas dari:  www.aviastar.org

Senin, 28 Desember 2009

Bell ARH-70




Bell ARH-70 adalah helikopter militer ringan dengan rotor berbilah-empat, satu mesin, yang dirancang untuk AD Amerika Serikat program Armed Reconnaissance Helicopter (ARH). Dengan dua-awak dan dioptimalkan untuk peperangan urban, ARH-70 diharapkan untuk menggantikan OH-58D Kiowa Warrior milik AD yang menua. Keterlambatan yang berlebihan dalam pengembangan dan penambahan biaya program, memaksa pembatalan pada 16 Oktober 2008, ketika Departemen Pertahanan gagal untuk mensertifikasi keaslian program untuk kongres. ARH-70 telah disebutkan untuk dibuat dengan off-the-shelf technology; airframe-nya berdasarkan Bell 407 yang berhasil secara komersial. Press release AD dan laporan media lainnya kadang-kadang memberi nama ARH-70 dengan “Arapaho”, tetapi AD tidak pernah mengumumkan ini sebagai nama resmi popular-nya.



Pengembangan

Pada tanggal 23 Februari 2004, AD mengumumkan pembatalan program helikopter RAH-66 Comanche. Program ini telah menghabiskan biaya US $ 6,9 miliar dan 20 tahun pengembangan tanpa menghasilkan helikopter produksi. Pembatalan merupakan hasil dari studi enam bulan AD yang diketuai oleh Army Chief of Staff General Peter Schoomaker. Studi ini merekomendasikan pembatalan program sebelum Comanche mencapai produksi, dapat menyelamatkan US $ 14 miliar AD yang kemudian dapat digunakan untuk memperbarui dan mengganti armada pesawat yang semakin menua saat ini.

OH-58D Kiowa Warrior dijadikan bahan studi untuk airframe baru pengganti armada yang masih beroperasi tapi menua. AD mengembangkan sebuah helikopter intai bersenjata yang akan menggunakan teknologi commercial off-the-shelf (COTS), dengan tujuan operasional 30 unit helikopter dan delapan helikopter latih akan siap pada bulan September 2008. Pada tanggal 9 Desember 2004, pejabat Army mengeluarkan permintaan untuk proposal (RFP) untuk ARH. Dua perusahaan diberikan tawaran:

• Boeing mengusulkan versi upgrade dari MH-6 Little Bird, MH-6M Mission Enhanced Little Bird (MELB). Karena pesawat itu sudah beroperasi dengan 160th Special Operations Aviation Regiment, pesawat ini menjadi favorit walaupun diragukan bahwa MD Helicopters Inc. (MDHI) dapat menjalankan produksi sesuai dengan kontrak. Untuk mengurangi kekhawatiran ini, Boeing membeli hak produksi untuk desainnya dan menjadi kontraktor utama.

• Bell Helicopter Textron mengusulkan update dari konsep OH-58D dalam versi militer dari Bell 407, menggunakan mesin turboshaft Honeywell HTS900 yang lebih kuat dan perakitan ekor seperti Bell 427. Hal ini akan memungkinkan AD untuk menggunakan rantai suplay OH-58, sebuah pertimbangan utama.

Pada tanggal 29 Juli 2005, Bell memenangkan kontrak untuk 368 helikopter, dengan produksi pertama akan dikirimkan pada pertengahan 2007, dan dioperasikan pada akhir 2008. Penerbangan pertama purwarupa ARH-70 terjadi pada tanggal 20 Juli 2006, di fasilitas XworX milik Bell di Arlington, Texas. Pada tanggal 21 Februari 2007, saat penerbangan pertamanya, purwarupa #4 mengalami kehilangan daya mesin, karena keborosan bahan bakar, dan membuat pendaratan autorotational di lapangan golf terdekat. Helikopter purwarupa ini rusak akibat terguling, namun pilot tes selamat tanpa cedera.

Pada tanggal 22 Maret 2007, AD AS mengeluarkan pemberitahuan “Stop Work”, Bell diberi tiga puluh hari untuk dapat membuat rencana agar program dapat dilanjutkan kembali. Perkiraan sebelumnya untuk porsi Pengembangan Sistem Demonstrasi, biaya yang dibutuhkan meningkat dari $210 juta menjadi lebih dari $300 juta. Textron, perusahaan induk Bell, memberitahu investor bahwa mereka dapat kehilangan $2-4 juta pada setiap helikopter yang diproduksi di bawah kontrak. Pada tanggal 18 Mei 2007, AS AD menyetujui dilanjutkannya program ARH ini.

Pada tanggal 25 Juli 2007, panel House Appropriations Committee’s Defense mengumumkan anggaran Pentagon 2008 dengan membuang pendanaan untuk produksi ARH-70, tapi ada untuk penelitian dan pengembangan.

Pada Januari 2008, pejabat pemerintah Amerika Serikat mulai membuat kebijakan ekspor untuk mengijinkan penjualan ARH-70 internasional. Mereka berharap untuk mendapat total pesanan lebih dari 1.000 termasuk pesanan AD AS sebanyak 512.

Pada tanggal 9 Juli 2008, AD AS memperkiraan pembengkakan biaya hingga 40% dari perkiraan awal (sesuai review Nunn-McCurdy). Pada bulan Agustus 2008, AD meminta Bell agar menghentikan perekrutan pekerja untuk program ARH-70, sambil menunggu hasil review Nunn-McCurdy.


Pembatalan Program

Pada tanggal 16 Oktober 2008, Acquisition Executive Office AD untuk aviasi, mengumumkan bahwa kontrak akan dihentikan sepenuhnya untuk kemudahan pemerintah. Pembatalan ini merupakan hasil dari Departemen Pertahanan (DOD) AS tidak dapat mensertifikasi dana sebesar US $6,2 miliar untuk program ARH-70 kepada kongres. John Young, Undersecretary of Defense for Acquisition, Technology and Logistics, memberikan alas an pembatalan karena pembengkakan biaya sebesar 70% dengan perkiraan biaya per unit sebesar US $14,5 juta, meningkat dari US $8,5 juta.






Specifications (ARH-70)

General characteristics
•Crew: 2 pilots
•Capacity: six passengers
•Length: 34 ft 8 in (10.57 m)
•Rotor diameter: 35 ft 0 in 35 (10.67 m)
•Height: 11 ft 8 in (3.56 m)
•Disc area: 962 ft² (89 m²)
•Empty weight: 2,598 lb (1,178 kg)
•Loaded weight: 5,000 lb (2,268 kg)
•Useful load: 1,868 lb (847 kg)
•Max takeoff weight: 5,000 lb (2,268 kg)
•Powerplant: 1× Honeywell HTS900-2 turboshaft, 970 shp (723 kW)

Performance
•Maximum speed: 140 kts (161 mph, 259 km/h)
•Cruise speed: 113 kts (130 mph, 209 km/h)
•Range: >162 nmi (186 miles, 300 km)
•Service ceiling: 20,000 ft (6,096 m)

Armament
•Guns: 1× GAU-19 .50 in Gatling gun
•Rockets: Hydra 70 2.75 in (70 mm) rockets


Diterjemahkan secara bebas dari: www.wikipedia.org

MH-6 Little Bird




Role: Light observation helicopter
Manufacturer: MD Helicopters
Status: Active service
Primary user: United States Army
Developed from: OH-6 Cayuse
Variants: MD 500 Defender; Boeing AH-6



MH-6 Little Bird, dan varian serangnya, AH-6, adalah helikopter ringan satu-mesin yang digunakan untuk operasi khusus oleh AD Amerika Serikat. Awal desainnya berdasarkan modifikasi dari OH-6A, kemudian berdasarkan pada MD 500E, dengan rotor utama tunggal lima bilah. Versi yang terbarunya, MH-6M, didasarkan pada MD 530F dan memiliki rotor utama tungga enam bilah dan rotor ekor empat bilah.

Helikopter ini banyak diikutsertakan dalam berbagai misi dan operasi termasuk Operation Iraqi Freedom.


Development

Pada tahun 1960, AD AS mengeluarkan Technical Specification 153 untuk Light Observation Helicopter (LOH) yang dapat melakukan misi transportasi personil, pengawalan dan penyerangan, evakuasi korban kecelakaan dan observasi. Dua belas perusahaan ikut ambil bagian dalam kompetisi dan Hughes Tool Company's Aircraft Division mendaftarkan Model 369. Dua desain, yang diserahkan oleh Fairchild dan Bell-Hiller, dipilih sebagai finalis oleh pimpinan kompetisi desain AD-AL, tetapi kemudian AD mengikutsertakan juga helikopter dari Hughes.

Pertama, purwarupa Model 369 terbang pada 27 Februari 1963. Awalnya diberi kode YHO-6A di bawah sistem penamaan AD, helikopter ini diganti kodenya menjadi YOH-6A di bawah sistem bersama Departemen Pertahanan baru pada tahun 1962. Lima purwarupa, bermesin Allison T63-A-5A dengan 252 shp (188 kW), dan dikirim ke AD AS di Fort Rucker, Alabama untuk bersaing dengan 10 purwarupa lain yang diajukan oleh Bell dan Fairchild-Hiller. Pada akhirnya, Hughes memenangkan kompetisi dan kontrak diberikan untuk produksi pada bulan Mei 1965. Pesanan awalnya 714 heli, tetapi kemudian meningkat menjadi 1.300 dengan opsi untuk membeli 114 heli selanjutnya. 70 heli dibuat di bulan pertama.

Halikopter tangkas dan tak bersenjata ini dilengkapi dengan "benches" yang dirancang untuk mengangkut hingga tiga pasukan pada setiap sisi. Terdapat pula sebuah varian serang, AH-6. Bercat hitam untuk operasi malam hari, helikopter kecil ini dapat melakukan penetrasi cepat dan pengiriman pasukan operasi ke wilayah yang tidak bisa dilakukan oleh “saudaranya” yang lebih besar, MH-60 Black Hawk.





Variants

•AH-6C: Special Forces attack version. Modified OH-6A to carry weapons and operate as a light attack aircraft for the 160th SOAR(A).
•EH-6E: Special Forces electronic warfare, command-post version.
•MH-6E: Improved attack helicopter used by US Army special forces units, and stealthy light attack and transport helicopter for US Army special forces units.
•AH-6F: Special Forces attack version.
•AH-6G: Special Forces attack version.
•MH-6H: Special Forces version.
•AH/MH-6J: Improved special forces transport and attack versions. Updated light attack helicopter based on the MD 530MG and equipped with an improved engine, FLIR, and a GPS/inertial navigation system.
•AH/MH-6M: Also occasionally referred to as the Mission Enhanced Little Bird (MELB), it is a highly modified version of the MD 530 series commercial helicopter.
•A/MH-6X: An AH/MH-6M MELB helicopter modified for use as a UAV. It builds upon experienced gained through development of the Unmanned Little Bird (ULB) Demonstrator, which is a civil MD 530F modified for autonomous UAV flight.


Specifications

General characteristics
•Crew: 2
•Length: 32.6 ft (9.80 m)
•Rotor diameter: 27.4 ft (8.30 m)
•Height: 9.8 ft (3.0 m)
•Empty weight: 1,591 lb (722 kg)
•Useful load: 1,509 lb (684 kg)
•Max takeoff weight: 3,100 lb (1,406 kg)
•Powerplant: 1× One Allison T63-A-5A or T63-A-700 turboshaft, 650 hp (485 kW)- full rated power
•Power, derated: for takeoff: 425 shp (317 kW); continuous: 375 shp (280 kW)
•Fuselage Length: 24.6 ft (7.50 m)
•Fuselage Width: 4.6 ft (1.4 m)
•Rotor systems: 6 blades on main rotor, 4 blades on tail rotor
•Useful Fuel capacity: 62 U.S. gal (242 L) or 403 lb (183 kg)

Performance
•Maximum speed: 152 knots (175 mph, 282 km/h)
•Cruise speed: 135 knots (155 mph, 250 km/h)
•Range: 232 nmi (430 km, 267 mi) at 5,000 ft
•Service ceiling: 18,700 ft (5,700 m)
•Rate of climb: 2,061 ft/min (10.5 m/s)

Armament
•Guns: Two 7.62 mm M134 Minigun; Two .50 cal (12.7 mm) GAU-19
•Rockets: Two 2.75 in (70 mm) Hydra 70 rocket pods
•Missiles: Four Hellfire missiles


Diterjemahkan secara bebas dari: www.wikipedia.org

Boeing / McDonnell Douglas / Hughes AH-64 Apache / Apache Longbow



Designation: Boeing / McDonnell Douglas / Hughes AH-64 Apache / Apache Longbow
Classification Type: Attack Helicopter
Contractor: Hughes / Boeing / McDonnell Douglas - USA
Country of Origin: United States
Initial Year of Service: 1984
Number Built: 1,200


Awalnya desain dasar-Hughes, YAH-64 bersaing dengan sistem YAH-63 milik Bell di Amerika Serikat Army untuk pencarian helikopter serang canggih. Helikopter ini akan menggunakan teknologi terbaru, manuverabilitas dan survivabilitas medan pertempuran yang terdiri dari persenjataan tingkat rendah, dan kecepatan rendah. Hasil akhirnya adalah YAH-64, dan rencana sedang dilakukan untuk mengembangkan sistem sebagai helikopter serang utama dari Angkatan Bersenjata AS. Unit awal yang sekarang diberi nama H-64A "Apache" mulai beroperasi di garis depan pada tahun 1986.

AH-64 dasar dirancang dengan survivabilitas awak dengan sistem anti-misil, perlindungan kokpit awak khusus dalam bentuk lapis baja Kevlar dan kaca tahan peluru dan sebuah superstructur yang dirancang khusus. Sayap pendek aslinya dapat dipasangi dengan empat hardpoints dengan misil anti-tank Hughes AGM-114 yang kuat dan akurat. Total enam belas misil ini dapat dibawa pada hardpoint di bawah sayap. Untuk mengatasi target yang lebih ringan, pod roket serba guna Hydra 70 dalam berbagai jenis amunisi dan hulu ledak dapat dipakai bersama dengan Hellfire. Kemudian penambahan ujung sayap memungkinkan helikopter untuk memakai misil udara-ke-udara AIM-9 Sidewinder atau AIM-92 Stinger. Sistem ini juga dapat menembakkan misil udara-ke-daratan anti-radar anti-radiasi Sidearm. Persenjataan standar utama Apache terdiri dari senapan rantai terpasang di”dagu” Hughes M230 30mm dengan 1200 putaran amunisi yang dikendalikan dengan helm yang dipakai pilot melalui sistem penjejak IHADSS pada helm. Perputarannya dibatasi 11 derajat ke atas, 60 derajat ke bawah dan 100 derajat kanan-kiri. Apache diawaki oleh dua personil dengan posisi duduk tandem dengan penembak di depan dan pilot duduk di belakang.

Desain dari Apache adalah konvensional dengan kokpit berada di depan, mesin terpasang tinggi di badan pesawat dan sayap “pendek” berada di bawah mesin. Kokpit dirancang sebagai jendela kaca rata, tempat duduk berlapis baja dan aman dari kecelakaan, dan roda pendaratan yang diperkuat. Mesin (AH-64D) diproduksi oleh General Electric dan dengan mesin turboshafts seri T700-GE-701C menghasilkan 1.890 shp memutar empat bilah rotor utama dan empat bilah rotor ekor. Rotor ekornya bertipe "x" dan berada disebelah kiri sirip ekor vertikal. Roda pendaratannya statis dengan dua roda utama dan satu roda ekor. Wire cutters untuk meningkatkan survivabilitas pada ketinggian rendah ditambahkan di bagian atas belakang dari kanopi, di etiap roda pendaratan dan satu di bagian turret dagu di bawah bodi pesawat. Sebuah dispenser suar telah ditambahkan di bagian belakang kiri ekor.

Setelah beberapa waktu dioperasikan di dalam negeri (AS), AH-64A dikirim ke Jerman Barat, pengoperasian heli ini di luar negeri untuk yang pertama kalinya. Pertempuran pertama terjadi tidak lama setelahnya pada 1989 Operation Just Cause di Panama dan dilakukan oleh 82nd Airborne. Pada 1991, model AH-64A menembakkan rangkaian salvo pembuka dalam Operasi Desert Storm dan kemudian mengambil bagian dalam banyak dipublikasikan perang darat "100-jam" di mana sekitar 500 tank musuh telah dilaporkan hancur. Kemudian mengikuti operasi terbatas di Bosnia/Kosovo dan akhirnya dalam Operation Iraqi Freedom.

Berdasarkan pengalaman yang diperoleh pada Gulf War tahun 1991, AH-64A diikuti dengan model upgrade AH-64B. Model ini memakai Global Positioning System (GPS), meningkatkan sistem komunikasi dan navigasi, dan bilah rotor utama baru. Sebagian besar AH-64A telah diupgrade ke standar ini walaupun dana-nya dicabut pada tahun 1992. AH-64C muncul (kadang-kadang disebut sebagai AH-64B +) dan memiliki banyak fitur, sistem radar sans yang terpasang di tiang dan mesin yang lebih kuat. Model AH-64D juga muncul tetapi sangat mirip dengan seri AH-64C dengan pengecualian memiliki radar yang dapat diganti-ganti.

Apache AH-64D diberi nama menjadi AH-64D "Apache Longbow”. Model ini dibedakan oleh adanya sustem radome AN/APG-78 Longbow yang terpasang di tiang di atas rotor utama. Radar Longbow adalah radar gelombang milimeter yang diproduksi oleh Northrop Grumman dan dapat memandu senjata Hellfires melalui frekuensi pencari radar untuk lebih meningkatkan rasio pembunuhan. Dari 800 AH-64A pada produksi awal tidak kurang dari 500 diupgrade menjadi standar Longbow.

Apache memiliki mesin General Electric yang lebih kuat dalam bentuk seri T700-GE-701C. Semua komponen yang paling penting juga diperbarui untuk meningkatkan potensi mesin sementara pada saat yang sama meningkatkan survivabilitas awak jika tertembak, atau karena pendaratan darurat.

Apache masih tetap aktif di garis depan, serta masih dikembangkan dan diupgrade termasuk rotor baru, integrasi otomasisasi digital dengan elemen medan tempur UAV. Secara keseluruhan, helikopter ini sangat hebat sebagai sistem anti-tank dan walaupun diproduksi para era 1975-an, helikopter ini masih tetap menjadi salah satu helikopter serang yang paling berbahaya yang masih beroperasi.

Firma Westland Inggris melakukan produksi AH-64D Apache Longbow dengan mempertahankan sebagian besar fitur asli tetapi memiliki mesin yang lebih kuat, Rolls-Royce Turbomeca RTM322, menghasilkan daya 2.210 shp. Israel merupakan pengguna aktif Apache dan telah sering melakukan serangan terhadap posisi Hizbullah dan Lebanon dengan serangan roket langsung. Operator lain termasuk Belanda, Singapura, Yunani, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Rencana operator lain adalah Pakistan, Taiwan dan mungkin Korea Selatan dan India dalam waktu dekat.

Dalam berbagai kasus, walaupun telah beroperasi lebih dari 21 tahun, helikopter seri Apache masih akan tetap aktif di berbagai negara hingga beberapa waktu ke depan. Kombinasi mobilitas dan daya tembak membuatnya menjadi helikopter dengan rating tertinggi di medan perang masa kini. Dengan perbaikan dan selesainya digitalisasi sistem, Apache akan terus berkembang untuk memainkan peran di medan perang nirkabel masa depan.




Specifications: Boeing AH-64D Apache Longbow

Dimensions:
Length: 49.11ft (14.97m)
Width: 17.16ft (5.23m)
Height: 16.24ft (4.95m)

Performance:
Max Speed: 162mph (261kmh; 141kts)
Max Range: 1,181miles (1,900km)
Rate-of-Climb: 2,415ft/min (736m/min)
Ceiling: 9,478ft (2,889m; 1.8miles)

Structure:
Accommodation: 2
Hardpoints: 6 (including wingtip mounts)
Empty Weight: 11,799lbs (5,352kg)
MTOW: 22,282lbs (10,107kg)

Power:
Engine(s): 2 x General Electric T700-GE-701C continuous rated turboshafts developing 1,890shp and driving a four blade main and tail rotor.

Weapons Suite:
1 x 30mm chain gun
Four underwing hardpoints and two wing stub endpoints for various mission specific ordnance including:
16 x AGM-114 Hellfire anti-tank missiles
4 x Hydra-70 2.75in 7/14-Shot FFAR (Folding-Fin Aerial Rocket) rocket pods
4 x Hydra-70 2.75in 14-Shot FFAR (Folding-Fin Aerial Rocket) rocket pods
18 x Stinger AAM (Air-to-Air Missile) missiles
2 x AIM-9 Sidewinder AAM (Air-to-Air Missile) missiles
2 x Sidearm ARM (Anti-Radiation Missile) missiles
4 x Auxiliary Fuel Tanks

Variants:
Model 77 - Hughes Developmental Designation
YAH-64 - Protoype Model Designation
AH-64A Apache - Initial production designation; Hellfire, Hydra and Stinger support; General Electric T700-GE-701 turboshaft engines of 1,696 shaft horsepower.
AH-64B Apache - Improved AH-64A Apache with GPS, improved navigation and comm equipment; new rotor blades.
AH-64C Apache - Radar-less variant; Very similar to the "D" model; sometimes noted as AH-64B+.
AH-64D Apache - Similar to AH-64C model with introduction of removable radar.
AH-64D "Apache Longbow" - Updated engines (General Electric T700-GE-701C of 1,890 shaft horsepower); noticeable radome (Fire Control Radar - FCR - target acquisition system) on top of main rotor mast; updated navigation and comunications; improved crew survivability; integrated radio-based moden for multiple target tracking; planned UAV support function; further systems digitization.
WAH-64 Apache - British production model of AH-64D Apache Longbow models under license from Boeing and manufactured through Westland.
"Sea Apache" - Proposed US Marine navalized version of land-based Apache featuring specialized suite of weapons and avionics systems; redesigned landing gears; never ordered nor produced.
Ah-64DI "Saraph" - Israeli Apache Longbow Model



Diterjemahkan secara bebas dari: www.militaryfactory.com

Aerospatiale SA 316 / SA 319 Alouette III



Designation: Aerospatiale SA 316 / SA 319 Alouette III
Classification Type: Light Utility Helicopter
Contractor: Aerospatiale - France
Country of Origin: France
Initial Year of Service: 1960
Number Built: 2,100


Aérospatiale Alouette III, adalah helikopter milik Perancis yang memiliki mesin tunggal dan digunakan sebagai helikopter utilitas ringan. Helikopter ini dikembangkan oleh Sud Aviation dan diproduksi oleh Aérospatiale Perancis. Versi pertama dari Alouette III, Purwarupa SE 3160 terbang pada 1959. Produksi dari SA 316A (SE 3160) dimulai pada 1960 dan tetap diproduksi hingga 1968. Helikopter ini digantikan oleh SA 316B. Alouette III merupakan penerus Alouette II, dengan mesin yang lebih besar dan tempat duduk yang lebih banyak.

Mesin Turboshaft Turbomeca Artouste IIIB adalah untuk varian asli yang diproduksi, Alouette III dikenal untuk misi penyelamatan di gunung tetapi dapat diadaptasikan untuk pemakaian normal dan di kapal. AL Argentina membeli 14 helikopter, 3 desain yang asli SE3160, 7 dengan mesin yang lebih kuat dan upgrade SA316B dan 4 mesin dari SA319B dengan kekuata yang lebih dari dua versi yang lain.

Alouette III mulai beroperasi untuk Angkatan Bersenjata Perancis di tahun 1960. Banyak yang digunakan oleh pasukan asing dari 1964-1967. Tiga mesin yang dikirim dari Perancis untuk perakitan lokal di Australia, dan digunakan oleh Royal Australian Air Force (RAAF).

Pakistan membeli 35 heli dan digunakan pada Indo-Pakistani War 1971. Dua heli dari PAF telah tertembak jatuh, dan pada Perang Kolonial Portugis, selama tahun 60an dan 70an menggunakan sejumlah besar heli di Angola, Mozambik dan Guinea, di mana heli ini membuktikan kualitasnya untuk digunakan dalam kondisi lingkungan berdebu dan panas. Satu SA316B yang dibeli oleh Argentina yang dinaiki oleh Jendral Belgrano tertembak dan tenggelam oleh HMS Concueror S48 selama Perang Falklands dengan Inggris Raya pada tahun 1982.

SA 316B dan SA 319B keduanya tetap dalam rangkaian produksi hingga awal tahun 1980-an, ketika lini produksi utama di Perancis ditutup. Namun, HAL India memproduksi Alouette IIIs di bawah lisensi dengan nama Chetak. Pada tahun 2004, sebagian besar Alouette III telah dipensiunkan dari Angkatan Udara Prancis setelah 32 tahun yang sukses. Heli ini akan digantikan oleh Eurocopter EC 355 Ecureuil 2. Pada tahun yang sama, Angkatan Bersenjata Swiss mengumumkan bahwa Alouette III dipensiunkan dari garis depan pada tahun 2006, dan seluruhnya pada tahun 2010. AU Venezuelan memensiunkan Alouette III pada akhir 90an. Saat ini beberapa unit masih digunakan di Afrika dengan suku cadang yang tersedia dari India.





Specifications: Aerospatiale SA 316 Alouette III

Dimensions:
Length: 42.13ft (12.84m)
Width: 0.00ft (0.00m)
Height: 9.84ft (3.00m)

Performance:
Max Speed: 130mph (210kmh; 113kts)
Max Range: 298miles (480km)
Rate-of-Climb: 885ft/min (270m/min)
Ceiling: 7,379ft (2,249m; 1.4miles)

Structure:
Accommodation: 2 + 5
Hardpoints: 2
Empty Weight: 2,474lbs (1,122kg)
MTOW: 4,850lbs (2,200kg)

Power:
Engine(s): 1 x Turbomeca Artouste IIIB turboshaft engine generating 570shp while driving the main three-blade rotor and a three-blade tail system.

Weapons Suite:
Mission specific armament can include any of the following:
1 x 7.62mm machine gun (mounted on tripod in right-side doorway).
1 x 20mm cannon fixed to left-side of fuselage
2 or 4 x AS.11 anti-tank missiles
2 x Mk.44 Torpedoes

Variants:
SE 3160 Alouette III - First Designation Model
SA 316A Alouette III - Initial Production Designation; Features Turbomeca powerplant.
SA 316B Alouette III - Improved transmission, increased takeoff weight.
SA 319 Alouette III Atazou - Features Turbomeca Astazou turboshaft engine generating 600shp.
IAR-317 Skyfox - Romanian-produced Prototype based on Alouette III.
Chetak - Indian production version of the SA 316B model.


Diterjemahkan secara bebas dari: www.militaryfactory.com

Aerospatiale / Eurocopter SA 332 Super Puma / AS 532 Cougar




Designation: Aerospatiale / Eurocopter SA 332 Super Puma / AS 532 Cougar
Classification Type: Multirole Medium Lift Helicopter
Contractor: Aerospatiale / Eurocopter - France
Country of Origin: France
Initial Year of Service: 1982
Number Built: Not Available



Seri Super Puma Aerospatiale ini berasal dari seri Puma Eurocopter/Aerospatiale Puma tetapi mempunyai kabin baru diperpanjang dan mesin baru. Super Puma, datang di bawah label Eurocopter pada tahun 1992, kemudian terlihat berhasil pada berbagai tanda dan varian. Helikopter ini masih beroperasidi seluruh dunia dalam berbagai bentuk.

Penerbangan pertama Super Puma terjadi pada tahun 1978. Sistem dipasangi dengan mesin serbaguna Turbomeca turboshaft yang memutar rotor utama empat-bilah dan rotor ekor empat-bilah tradisional. Helikopter ini diawaki oleh satu atau dua personil dan dapat membawa 29 personil dalam pengaturan ruang kabin longgar. Varian Super Puma memungkinkan untuk melakukan peran pada saat perang maupun damai. Pod senapan, roket dan misil dapat dipasang secara eksternal, serta peralatan untuk peran anti-kapal. Sebuah senapan juga dapat dipasang di pintu kabin untuk keamanan tambahan.

Operator dari seluruh dunia telah terlihat puas dengan Super Puma, Indonesia bahkan memproduksi (di bawah lisensi) beberapa helikopter ini. Operator lainnyatersebar dari Samudra Pasifik, Afrika, Timur Tengah, dan Eropa. Dalam bentuk apapun, Super Puma meneruskan keberhasilan dari seri Puma SA 330.




Specifications: Aerospatiale / Eurocopter AS 532U2 Cougar Mk II

Dimensions:
Length: 51.02ft (15.55m)
Width: 60.01ft (18.29m)
Height: 16.11ft (4.91m)

Performance:
Max Speed: 170mph (273kmh; 147kts)
Max Range: 494miles (795km)
Rate-of-Climb: 1,260ft/min (384m/min)
Ceiling: 13,448ft (4,099m; 2.5miles)

Structure:
Accommodation: 2 + 29
Hardpoints: 2
Empty Weight: 10,902lbs (4,945kg)
MTOW: 21,493lbs (9,749kg)

Power:
Engine(s): 2 x Trubomeca Makila 1A2 turboshaft engines generating 1,845shp while driving a four-blade main rotor and tail rotor.

Weapons Suite:
Optional armament can include any of the following:
7.62mm Gun Pods
Rocket Pods
AM 39 Exocet Anti-Ship Missiles
Air-to-Suface Missiles (Various)
Cabin Door Machine Guns (Pintle Mounts)

Operators:
Argentina, Brazil, Cameroon, Chile, China, Ecuador, France, Germany, Indonesia, Japan, Jordan, Kuwait, Mexico, Nepal, Netherlands, Nigeria, Qatar, Saudi Arabia, Singapore, South Korea, Spain, Sweden, Switzerland, Thailand, Togo, Turkey, UAE and Venezuela.

Variants:
SA 330 "Puma" - Initial Puma Series Helicopter on which the Super Puma series is based on.
SA 332 "Super Puma" - Main Series Designation; Further development of base Puma series with stretched fuselage and new engines; fitted with Makila turboshaft engines.
AS 332M - Fitted with uprated Makila 1A1 powerplants.
AS 332L - Civilian Designation based on the militarized AS 332M model.
AS 532 "Cougar" Mk I - Redesignated militarized Super Pumas with Eurocopter from 1992 onwards.
AS 532MC "Cougar" Mk I - Search and Rescue Variant; short fuselage model series.
AS 532SC "Cougar" Mk I - Short fuselage model series; anti-submarine variant.
AS 532U2 "Cougar" Mk II - Unarmed Cougar Model.
AS 532A2 "Cougar" Mk II - Search and Rescue Model.
AS 532L2 "Cougar" Mk II - Civil Model Variant; stretched fuselage; extra seating; extended main rotor blades.
AS 532 "Cougar 100" - Fixed landing gear; simplifications added throughout.
EC 725 - Larger cabin; five-blade main rotor system; fitted with Makila 1A4 turboshaft engines; increased take-off weight; improved avionics package.
EC 225 - Civil Variant based on the militarized EC 725 model.




Diterjemahkan secara bebas dari: www.militaryfactory.com

Mil Mi-14 (Haze)

Designation: Mil Mi-14 (Haze)
Classification Type: Anti-Submarine Warfare Helicopter
Contractor: Mil - Soviet Union
Country of Origin: Soviet Union
Initial Year of Service: 1975
Number Built: 70




Mil Mi-14 (NATO codename "Haze") adalah helikopter versi angkatan laut anti-kapal selam yang diproduksi dalam jumlah terbatas selama Perang Dingin yang dimulai pada 1975. Helikopter ini merupakan pengembangan lanjutan dari seri Mil Mi-8 yang telah dipakai secara luas di dunia militer dan sipil selama lebih dari satu dekade sebelumnya.

Bila dibandingkan dengan Mi-8, Mi-14 memakai beberapa desain yang mirip dari Mi-8 karena mempertimbangkan biaya produksi setiap unit, kemudahan pemeliharaan yang dimiliki oleh Mi-8. Kokpit-nya dipasang di bagian depan badan helikopter secara ekstrim dengan jendela yang besar di kabin. Dua mesin Isotov yang dipasang di atas kabin dan yang menghasilkan daya masing-masins 1.950 hp yang memutar sebuah rotor utama lima-bilah dan rotor ekor tiga-bilah. Ekornya menungging dengan rotor yang dipasang di bagian belakang secara ekstrim. Undercarriage-nya, seperti kebanyakan helikopter jenis amfibi, merupakan roda pendaratan “tricycle” yang dapat dimasukkan. Mi-14 Haze memiliki desain badan berbeda yang dirancang sebagai kerangka/lambung untuk operasi dan pendaratan di air. Mi-14 dioperasikan oleh dua personil standar, pilot dan co-pilot dan dapat mengakomodasi hingga 32 pasukan siap-tempur atau 12 tandu medis jika diperlukan. Untuk peran transportasi suplay, helikopter ini mampu mengangkut beban hingga 8.800 lbs.

Mi-14 mempunyai peran utama sebagai anti-kapal selam yang menembakkan/membawa torpedo, misil anti-kapal dan “depth charges” sesuai kebutuhan. Sebaliknya dalam peran SAR, peralatan standar-nya disesuaikan dengan operasi terkait. Operator utama helikopter ini adalah Bulgaria, Libya, Korea Utara, Polandia dan Rusia – beroperasi untuk angkatan udara atau angkatan laut negara-negara ini.





Specifications: Mil Mi-14BT (Haze)

Dimensions:
Length: 60.30ft (18.38m)
Width: 0.00ft (0.00m)
Height: 22.74ft (6.93m)

Performance:
Max Speed: 143mph (230kmh; 124kts)
Max Range: 497miles (800km)
Climb Rate: Not Available
Ceiling: 13,123ft (4,000m; 2.5miles)

Structure:
Accommodation: 2 + 32
Hardpoints: 2
Empty Weight: 19,621lbs (8,900kg)
MTOW: 29,542lbs (13,400kg)

Power:
Engine(s): 2 x Isotov TV3-117M turboshaft engines developing 1,950shp each and driving five-blade main rotor and three-blade tail rotor.

Weapons Suite:
Depending on version, can include torpedoes, depth charges, air-to-surface missiles and depth bombs.

Operators:
Bulgaria, Cuba, Ethiopia, Georgia, Germany (East), Libya, North Korea, Poland, Russia, Ukraine, Soviet Union and Yugoslavia.

Variants:
V-14 - Prototype Model Designation
Mi-14PL "Haze A" - Dedicated Anti-Submarine Warfare (ASW) Model.
Mi-14PL "Shrike" - Air-to-Surface Attack Variant
Mi-14PLM - Anti-Submarine Warfare Variant
Mi-14BT "Haze B" - Dedicated Mine Sweeper
Mi-14PS "Haze C" - Dedicated Search and Rescue (SAR)Model.
Mi-14PX - Search and Rescue (SAR) Trainer Platform
Mi-14PZh - Firefighting Variant based on the Mi-14BT model; amphibious.
Mi-14PZh "Eliminator" - Firefighting Variant based on the Mi-14BT model.
Mi-14GP - Civilian Passenger Transport Variant
Mi-14P - Civilian Passenger Transport Variant; seating for up to 24 passengers.
Mi-14PW - Polish Designation of Mi-14PL model series.


Diterjemahkan secara bebas dari: www.militaryfactory.com

Lockheed AH-56 Cheyenne



Designation: Lockheed AH-56 Cheyenne
Classification Type: Attack Helicopter Prototype
Contractor: Lockheed - USA
Country of Origin: United States
Initial Year of Service: 1967
Number Built: 10



Helikopter serang AH-56A yang didesain dan diproduksi Lockheed merupakan upaya gagal untuk memenuhi persyaratan AAFSS (Advance Aerial Fire Support System) AD AS. Diberi nama "Cheyenne", helikopter ini menampilkan desain yang paling maju pada saat itu dan akan sangat dimaklumi kalau helikopter ini gagal karena kekurangsiapan penerapan teknologinya.

AH-56A telah dibuat dalam sepuluh purwarupa. Helikopter ini dibuat dengan satu mesin turbin General Electric yang mampu menghasilkan 3.435 hp yang memutar rotor utama utama dan dua elemen rotor ekor yang berada pada bagian ekor. Perakitan rotor belakang memiliki fitur yang sangat berbeda dengan tiga-blade “pusher”. Desain unik dari keseluruhan sistem memberikan identitas khusus pada helikopter ini.

Helikopter ini dikontrol oleh dua awak yang duduk secara tandem (berdampingan). Sistem roda pendaratannya dapat dimasukkan sepenuhnya dan helikopter ini memiliki pencari jarak-laser terintegrasi yang terhubung ke komputer kontrol penembakan. Salah satu dari elemen-elemen yang lebih unik adalah desain bergulir di sekitar stasiun penembak (gunner) “swiveling XM112” yang terhubung ke turret perut dan hidung.

Turret perut bersenjatakan sebuah meriam otomatis XM52 30mm dan sebuah peluncur granat XM51 40mm atau senapan gatling XM53 7.62mm dapat dipasang di turret-dagu. Tambahan persenjataan-terpasang di sayap termasuk sistem roket anti-tank TOW dan peluncur pod roket XM200 2,75inci.

Purwarupa AH-56 yang pertama terbang pertama kali pada 3 Mei 1967 dan dapat mencapai kecepatan lebih dari 240 mil per jam. Meningkatnya biaya pembuatan, keterlambatan dalam pengembangan dan adanya dua alternatif pesaing yang diproduksi oleh Bell dan Sikorsky memaksa seluruh program dibatalkan secara efektif pada 9 Agustus 1972. Hanya sepuluh purwarupa AH-56 Cheyenne yang dihasilkan yang sebenarnya akan diproduksi secara massal setelah beberapa pengujian penerbangan bermesin dan pengujian senjata.

Pada akhirnya, AD AS menyadari diperlukannya sebuah sistem helikopter yang tidak terlalu rumit dengan kelincahan seperti helikopter kecil. Sistem Kendali Penembakan dan navigasi haruslah mudah dan murah dalam perawatan, dan menyebabkan inisiatif untuk membuat helikopter baru “Advanced Attack Helicopter”(AAH).




Specifications: Lockheed AH-56A Cheyenne

Dimensions:
Length: 60.04ft (18.30m)
Width: 25.92ft (7.90m)
Height: 13.78ft (4.20m)

Performance:
Max Speed: 245mph (395kmh; 213kts)
Max Range: 629miles (1,013km)
Climb Rate: 3,420 ft/min (1,042 m/min)
Ceiling: 25,997ft (7,924m; 4.9miles)

Structure:
Accommodation: 2
Hardpoints: 4
Empty Weight: 11,718lbs (5,315kg)
MTOW: 16,995lbs (7,709kg)

Power:
Engine(s): 1 x General Electric T64-GE-16 turbine engine generating 3,435hp.

Weapons Suite:
1 x XM51 40mm grenade launcher OR 1 x XM53 7.62mm gatling minigun mounted in a chin-turret assembly.
1 x XM52 30mm automatic cannon mounted in a belly turret.

Fuselage mounted armaments were to include:
TOW anti-tank missiles
XM200 2.75 inch rocket launcher pods

Operators:
the United States of America

Variants:
AH-56A - Base Prototype Series Model Designation of which ten were produced before project was officially and completely cancelled


Diterjemahkan secara bebas dari: www.militaryfactory.com

Bell 212 / UH-1N/Y Iroquois / AB 212




Designation: Bell 212 / UH-1N/Y Iroquois / AB 212
Classification Type: Multi-Purpose Helicopter
Contractor: Bell Helicopter Company - USA / Pratt & Whitney - Canada
Country of Origin: United States
Initial Year of Service: 1970
Number Built: Not Available



Melanjutkan kesuksesan produksi helikopter serang/angkut Bell, Bell 212 –atau dikenal sebagai model UH-1N, AB 212 dan UH-1Y – merupakan program pengembangan selanjutnya. Bell 212 merupakan usaha bersama antara perusahan Bell Helicopter (AS) dan Pemerintah Kanada dengan perusahaan mesin Pratt & Whitney.

Dalam bentuk dasarnya, 212 merupakan kombinasi dari airframe Bell 205 dengan mesin produksi Pratt & Whitney dalam sebuah usaha untuk meningkatkan performa seri helikopter ini. Pratt & Whitney memproduksi Turbo Twin-Pac, yang merupakan gabungan dua mesin turboshaft, menjadikan mesinnya lebih bagus dari pada mesin milik Huey.

Bell 212 diterima oleh AL AS dan Korps Marinir AS dan dikenal dengan UH-1N, sementara oleh Kanada diberi nama CUH-1N yang kemudian diganti menjadi CH-135 “Twin Huey”. Di pasa helikopter ini dikenal sebagai “Twin Two-Twelve”. Firma Italia Agusta memperoleh kontrak untuk memproduksi secara lokal Bell 212 dan dikenal dengan AB 212 di sekali lagi dilengkapi dengan persenjataan anti-kapal dan peralatan sonar dan radar.

UH-1Y menjadi model Bell pertama yang memakai rotor utama empat-blade baru, dengan mesin turboshaft General Electric GE T700 dan kokpit kaca desain baru. Helikopter milik korps marinir AS (UH-1N) kemudian diupgrade menjadi UH-1Y.

Jumlah ekspor Bell 212 sangat bagus, mengingat jumlahnya yang cukup besar di seluruh dunia.





Specifications:

Dimensions:
Length: 42.39ft (12.92m)
Width: 48.00ft (14.63m)
Height: 14.70ft (4.48m)

Performance:
Max Speed: 128mph (206kmh; 111kts)
Max Range: 284miles (457km)
Climb Rate: 1,320 ft/min (402.3 m/min)
Ceiling: 12,198ft (3,718m; 2.3miles)

Structure:
Accommodation: 2 + 13
Hardpoints: 2
Empty Weight: 6,316lbs (2,865kg)
MTOW: 11,199lbs (5,080kg)

Power:
Engine(s): 1 x Pratt & Whitney Canada PT6T-3 engine generating 1,800shp OR 1 x PT6T-3B Turbo Twin-Pac (dual engine array). Both driving a main two-blade and tail rotor assembly.

Weapons Suite:
Mission-specific armament may include:
2 x 7.62mm machine guns (pintle-mounted in doorway).
2 x 7.62mm miniguns (pintle-mounted in doorway or external forward-facing).
2 x Mark Mk 44 Torpedoes
2 x Mark Mk 46 Torpedoes
2 x MQ 44 Torpedoes
2 x AS 12 air-to-surface missiles
2 x Sea Killer air-to-surface missiles

Operators:
Argentina, Austria, Bangladesh, Colombia, Ecuador, El Salvador, Greece, Iran, Israel, Italy, Lebanon, Libya, Mexico, Morocco, Panama, Saudi Arabia, Singapore, South Korea, Spain, Sudan, Sri Lanka, Tunisia, Thailand, United Arab Emirates, Turkey, Uganda, Venezuela, Yemen, Zambia and the United States of America.

Variants:
XH-40 - Original UH-1 Prototype
YH-40 - Original UH-1 Prototype Production Models.
Bell 205 / UH-1H - Model on which Bell 212 fuselage is based on.
CUH-1N - Canadian Armed Forces Model Designation
CH-135 "Twin Huey" - Redesignation of the Canadian CUH-1N.
UH-1N - United States Navy and Marine Corps Model Designations.
AB 212 - Italian-produced UH-1N by Agusta.
AB 212ASW - Anti-Submarine Warfare designation of the Agusta AB 212.
"Twin Two-Twelve" - Marketing designation for the Bell 212 model.
UH-1Y - Standardization program for US Marine Corps with twin GE T700 turboshaft engines, new glass cockpit and a new four-blade main rotor.



Diterjemahkan secara bebas dari: www.militaryfactory.com

Mil Mi-24 / Mi-25 / Mi-35 (Hind)





Designation: Mil Mi-24 / Mi-25 / Mi-35 (Hind)
Classification Type: Attack Helicopter
Contractor: Mil Moscow Helicopter Plant - Soviet Union
Country of Origin: Soviet Union
Initial Year of Service: 1973
Number Built: 2,000


Helikopter seri “Hind” produksi Mil merupakan favorit pada Perang Dingin dan terus dimodernisasi termasuk oleh Angkatan Bersenjata Russia. Helikopter berat ini mampu melaksanakan berbagai peran di dalam medan pertempuran, baik di masa damai maupun perang, dan telah terlihat dalam berbagai peperangan dari Afrika hingga Timur Tengah dan Rusia.

Mi-24 dibuat berdasarkan helikopter transport Mi-8 “Hip” dan digabungkan dengan sistem dan subsistem dari seri Mi-17. Mi-24 orisinil mempunyai sebuah kokpit “glass house”, sangat berbeda dengan kokpit tandem. Bodi helikopter ini sangat adaptable (dapat diadaptasikan sesuai keperluan), mampu membawa sampai delapan pasukan siap tempur atau penumpang atau empat tandu berisi pasien. Sistem sayap “patah”-nya (stubbed wing) memungkinkan untuk dibawanya persenjataan dalam jumlah besar, dengan standarnya adalah pod roket, pod senapan, sistem misil anti-tank. Sistem sayap ini juga memungkinkan helikopter dilengkapi dengan misil udara-ke-udara untuk pertahanan diri. Sebuah senapan mesin juga terpasang di bagian hidung.

Mi-24 pernah terlihat dalam perang Soviet di Afganistan di mana sering menjadi target sistem misil permukaan-ke-udara Stinger milik AS. Mi-24 juga memberikan efek populer pada perak Irak-Iran 1980an melawan AH-1 Cobra milik AS. Helikopter ini telah dipakai dalam Perang Sipil Nikaragua, Sri Lanka, Invasi Kuwait, perang Rusia-Ceko, Sierra Leone, Kosovo, Pantai Gading dan Kongo. Seri Hind merupakan alternatif populer di banyak negara dimana peralatan militer semakin mahal.

Model Hind-D merupakan titik balik untuk helikopter ini karena menggunakan kokpit (berlapis baja penuh) baru dan turret bertenaga 4-barrel. Walaupun helikopter ini bukanlah sistem yang sempurna, tetapi cukup adil bahwa helikopter ini masih terdepan. Menariknya, AS mempunyai beberapa helikopter ini untuk keperluan pelatihan. Hind juga dikenal dengan "The Crocodile" atau "Devil's Chariot".





Specifications:

Dimensions:
Length: 57.41ft (17.50m)
Width: 21.29ft (6.49m)
Height: 13.02ft (3.97m)

Performance:
Max Speed: 208mph (335kmh; 181kts)
Max Range: 99miles (160km)
Climb Rate: 2,460 ft/min (749.8 m/min)
Ceiling: 14,747ft (4,495m; 2.8miles)

Structure:
Accommodation: 3 + 8
Hardpoints: 6 (including wingstubs)
Empty Weight: 18,078lbs (8,200kg)
MTOW: 26,455lbs (12,000kg)

Power:
Engine(s): 2 x Klimov TV3-117 Turboshaft engines driving a five-blade main rotor and a three-blade tail rotor.

Weapons Suite:
1 x 12.7mm four-barrel machine gun OR 2 x 23mm cannons OR 2 x 30mm cannons in under-nose turret.
2 x Anti-Tank Missiles
4 x Rocket Pods
4 x Gun Pods

Operators:
Afghanistan, Algeria, Angola, Armenia, Azerbaijan, Belarus, Bulgaria, Chad, Cyprus, Croatia, Cuba, Czech Republic, East Germany, Equatorial Guinea, Eritrea, Ethiopia, Georgia, Guinea, Hungary, India, Indonesia, Iraq, Iran, Kazakhstan, Kyrgizia, Libya, Macedonia, Mozambique, Nicaragua, Nigeria, North Korea, Pakistan, Peru, Poland, Russia, Rwanda, Serbia, Sierra Leone, Slovakia, South Africa, Sri Lanka, Sudan, Syria, Tajikistan, Ukraine, Uzbekistan, Venezuela, Vietnam, Yemen, Zimbabwe and the United States of America.

Variants:
V-24 (Hind) - Protype
Mi-24 (Hind-A) - First production model
Mi-24A (Hind-B) - Based on Hind-A sans nose armament
Mi-24U (Hind-C) - Training variant sans armament
Mi-24D (Hind-D) - Definitive variant; Features specialized electronics for anti-tank guided missiles; 'Stepped' armored tandem-seating cockpit; Single 12.7mm four-barrel machine gun system in under-nose turret.
Mi-24DU - Training variant with dual-controls for instructor / student.
Mi-24V (Hind-E) - Updated anti-tank missiles and firing/acquisition system.
Mi-24P (Hind-F) - Undernose-mounted 12.7mm machine gun replaced with fixed 30mm cannon.
Mi-24RKR (Hind-G1) - NBC reconnaissance varient (model covers Mi-24R, Mi-24RR and Mi-24RKh as well).
Mi-24K (Hind-G2) : Artillery spotter model
Mi-24VM - Uupdated avionics; Improve night-flight systems, updated communications, modernized througout.
Mi-24PM - Upgraded Mi-24P model with Mi-24VM systems.
Mi-24PN - Attack helicopter standard and modernization standard.
Mi-24W - Polish-built Mi-24V variant
Mi-24PS - Police variant
Mi-24E - Environmental Research craft
Mi-24 SuperHind Mk II - South African-produced model featuring updated avionics.
Mi-24 SuperHind Mk III/IV - Modernization of Mi-24 base model.
Mi-25 - Export version of Mi-24D
Mi-35 - Export version of Mi-24V
Mi-35P - Export version of Mi-24P
Mi-35U - Unarmed training version of Mi-35


Diterjemahkan secara bebas dari: www.militaryfactory.com

Sikorsky SH-3 Sea King



Designation: Sikorsky SH-3 Sea King
Classification Type: Ship-based Anti-Submarine Warfare Helicopter
Contractor: Sikorsky - USA
Country of Origin: United States
Initial Year of Service: 1961
Number Built: 1,100



Pada puncaknya, seri Sikorsky SH-3 untuk AL sangat luas dipakai dan sukses sebagai platform antikapal selam dan operasi SAR. Pengembangan dimulai dari proposal kontrak AL AS pada 1957 yang akan memproduksi purwarupa yang diterbangkan pada 1959. Pengoperasiannya akan secara resmi dilakukan setelah dua tahun penerbangan purwarupanya.

Pada pengoperasian, SH-3 berhasil menjalankan peran pentingnya sebagai perlindungan terhadap kapal selam musuh. Helikoter ini menjadi platform utama, dengan menggunakan radar sonar kedalaman AQS81B, MAD, sonobuoys dan fleet-wide linkup, Sea King memberikan data akurat untuk perlindungan dari serangan musuh. Persenjataan standarnya terdiri dari 2 atau 4 torpedo bersama dengan “chaff pods” untuk perlindungan diri terhadap misil musuh. Persenjataan lain dapat terdiri dari misil anti-kapal atau “depth charges” jika dibutuhkan.

SH-3 dikembangkan untuk menjalankan peran versatil (bermacam-macam), dapat digunakan untuk medis dan transpor secara efisien dan efektif seperti saat digunakan untuk peran pertempuran. Sebagai transpor medis, lebih dari 20 pasien dapat diangkut, atau personel ini dapat diganti dengan 9 tandu medis. Sebagai tambahan, sekitar 28 personel tempur dapat diangkut jika dibutuhkan dalam peran transport militer. Menariknya desain Sea King adalah dia dapat mendarat di air karena desain amfibinya, walaupun dengan waktu mengapung yang terbatas.

SH-3 muncul dengan peran penting baru dari waktu-ke-waktu, yang sangat menarik adalah sebagai Marine One, transport VIP khusus untuk Presiden AS dan dioperasikan oleh Marinir AS. SH-3 juga berperan dalam recovery awak Apollo 14. Dalam area AS, saat ini, SH-3 mulai digantikan perannya oleh SH-60 Sea Hawk yang lebih baru.



Specifications: Sikorsky SH-3D Sea King

Dimensions:
Length: 54.76ft (16.69m)
Width: 0.00ft (0.00m)
Height: 16.83ft (5.13m)

Performance:
Max Speed: 166mph (267kmh; 144kts)
Max Range: 624miles (1,005km)
Climb Rate: Not Available
Ceiling: 14,701ft (4,481m; 2.8miles)

Structure:
Accommodation: 4 + 3
Hardpoints: 4
Empty Weight: 11,865lbs (5,382kg)
MTOW: 21,499lbs (9,752kg)

Power:
Engine(s): 2 x General Electric T58-GE-10 turboshaft engines developing 1,400shp each and driving a five-blade main rotor and five-blade tail rotor.

Weapons Suite:
Varies depending on operator:
2 OR 4 x Mk 46/44 torpedoes
2 x anti-ship missiles
4 x depth charges
Up to 840lbs of ordnance and equipment

Operators:
Argentina, Australia, Belgium, Brazil, Canada, Denmark, Egypt, Germany, India, Iran, Iraq, Ireland, Italy, Japan, Malaysia, Norway, Pakistan, Peru, Qatar, Saudi Arabia, Spain, Thailand, Venezuela, United Kingdom and the United States of America.

Variants:
XHSS S-2 – Single Example Prototype of the H-3
YHS S-2 – Development and Test Aircraft; seven examples produced.
S-61 - Sikorsky Company Designation
S-61A – Export Designation for Royal Danish AF usage
S-61A Nuri – Export Designation for Malaysian AF usage; dedicated troop transport; seating for 31.
S-61A/AH – Utility Model for Antarctica sear and rescue (SAR) operations
S-61B – Export Designation for Japanese MSDF usage; based on SH-3 model; anti-submarine warfare version.
S-61D-3 – Export Model Designation for Brazil
S-61D-4 – Export Model Designation for Argentina
S-61NR – Search and rescue (SAR) model for Argentine usage.
S-61L/N – Civilian Model of the Sea King
S-61R – Sikorsky company designation for CH-3C/E and HH-3E “Jolly Green Giant” models serving with USAF, USCG and Italian forces.
S-61V – Single Example Model produced for Indonesia; Sikorsky company designation for VH-3A.
HSS-2 - Original Production Series Designation
CH-3A – USAF Dedicated Transport Model; conversions from SH-3A models; 3 examples converted as such.
CH-3B – USAF Dedicated Transport Model
CH-124 – Canadian Naval Model; anti-submarine warfare version
HH-3A – SH-3A model conversions to search and rescue (SAR) aircraft; 12 examples converted as such.
NH-3A (S-61F) – Experimental Variant conversion from SH-3A model; fitted with turbojet engines and wing structures; single example model.
RH-3A – Dedicated Minesweeper; 9 examples converted from SH-3A.
SH-3A - Initial Production Model; dedicated anti-submarine warfare model; fitted with T58-GE8B turboshaft engines of 1,260 horsepower; 245 examples produced.
SH-3D - Upgraded SH-3 Model
SH-3D-TS – Anti-Submarine Warfare Model
SH-3G – Utility/Cargo Model for US Navy
SH-3H - Multirole/General Purpose Anti-Submarine Model; dipping sonar; MAD gear; search radar; for US Navy
SH-3H AEW – Airborne Early Warning
UH-3H – Utility/Cargo Transport Model for US Navy
VH-3A – US Army and Marines VIP Transport Model
VH-3D – US Marine Corps VIP Transport Model
AS-61/ASH-3 - Agusta Production Designation built under license in Italy.
AS-61A-1 – Italian Export Model Designation for Royal Malaysian AF use.
AS-61A-4 – Agusta license production model; search and rescue and military transport model.
AS-61N-1 Silver – Agusta License Production Model of the S-61N but with shorter cabin area.
AS-61VIP – Agusta license production model; VIP passenger transport model.
ASH-3A – Agusta license production model; multi-purpose utility transport model.
ASH-3D – Agusta license production model; anti-submarine warfare version
ASH-3TS (ASH-3D/TS) – Agusta license production executive VIP transport model.
ASH-3H – Agusta license production model; anti-submarine warfare version
Sea King HAS.Mk 1 - Initial Sea King production model produced under license by Westland in the United Kingdom based on a re-engined SH-3D model; fitted with 2 x Rolls-Royce H.1400 Gnome series engines.
Sea King HAS.Mk 2 – Westland license production
Sea King HAS.Mk 5 – Westland license production
Sea King HAS.Mk 6 – Westland license production
Sea King AEW.Mk 2A – Westland license production; dedicated AEW variant; conversion of HAS.Mk 2 models.
Sea King AEW.Mk 5 – Westland license production; dedicated AEW variant; conversion of HAS.Mk 5 models.
Sea King AEW.Mk 7 – Westland license production; dedicated AEW variant; conversion of HAS.Mk 5 models.
Sea King HAR.Mk 3 – Westland license production; search and rescue (SAR) derivative.
Sea King HAR.Mk 3A – Westland license production; search and rescue (SAR) derivative.
S-61A – Mitsubishi license production; based on S-61A model; search and rescue and utility platform._
HSS-2 – Mitsubishi license production; based on the S-61B model; anti-submarine warfare series.
HSS-2A – Mitsubishi license production; based on the S-61B(SH-3D) model; anti-submarine warfare series._
HSS-2B – Mitsubishi license production; based on the S-61B(SH-3H) model; anti-submarine warfare series.



Diterjemahkan secara bebas dari: www.militaryfactory.com

Mil Mi-28 (Havoc)




Designation: Mil Mi-28 (Havoc)
Classification Type: Attack Helicopter
Contractor: Mil - Russia
Country of Origin: Soviet Union
Initial Year of Service: 1983
Number Built: 325



Mi-28 (NATO memberi nama “Havoc”) merupakan produk Perang Dingin yang didesain sebagai platform anti-tank serang yang mirip dengan helikopter milik seri AH-64 Apache. Seperti Apache, Mi-28 mempunyai kokpit dengan lapis baja untuk dua awaknya, senapan di bawah bodi pesawat dan sayap pendek untuk amunisi anti-tank-nya. Mi-28 mempunyai beberapa desain milik seri Mi-24 “Hind”, karena dasar desainnya memang dari Mi-24, tetapi dengan kemampuan yang lebih baik dan diutamakan untuk platform anti-tank.

Helikopter Mi-28 mulai didesain pada 1980 dan terbang “head-to-head” dalam kompetisi percobaan dengan desain Kamov Ka-50. Walaupun sebenarnya kalah dalam kompetisi ini, Mi-28 tetap diterima sebagai pengembangan tambahan dan masuk ke fase produksi pada 1987 sebagai Mi-28A, dan melakukan debutnya di air show Paris 1989. Walaupun produksi seri awal helikopter ini tidak berlangsung lama, helikopter ini tetap muncuk dengan warian-warian baru termasuk versi tempur siang hari dan platform siang/malam hari. Setelah beberapa tahun, Mi-28 ternyata mampu ‘mengalahkan” Ka-50 dan menjadi standar helikopter serang bagi Rusia setelah Perang Dingin. Mi-28 membuktikan diri lebih mudah beradaptasi pada medan perang modern dan lebih murah untuk diproduksi.

Havok mempunyai desain hidung panjang yang unik yang merupakan tempat bagi peralatan elektonik. Dua awaknya duduk secara tandem (pilot di belakang dan penembak di depan) didalam kokpit yang berlapis baja penuh. Tenaga helikopter ini dihasilkan dari dua mesin turboshaft Klimov-brand yang masing-masing menghasilkan 1.950 hp dan memutar sebuah rotor utama lima-blade dan sebuah rotor ekor empat-blade. Menariknya, dengan klasifikasi sebagai helikopter serang, Mi-28 Havoc mempunyai tempat duduk tambahan untuk penumpang dalam kompartemen si belakang kokpit utama yang mampu menampung tiga penumpang. Persenjataan standarnya merupakan senapan 30mm yang terpasang di “dagu”, sementara sayap pendeknya berisi misil anti-tank, pod roket dan pod senapan.

Russia adalah operator tunggal helikopter ini, walaupun versi ekspor sudah ditawarkan ke Korea Utara. Walaupun saat ini hanya sekitar 10 lebih Havoc yang beroperasi untuk Russia, tetapi diharapkan produksi berakhir pada 2015, sekitar 325 helikopter ini akan dimiliki oleh AU Russia.




Specifications: Mil Mi-28A (Havoc)

Dimensions:
Length: 55.81ft (17.01m)
Width: 0.00ft (0.00m)
Height: 12.53ft (3.82m)

Performance:
Max Speed: 186mph (300kmh; 162kts)
Max Range: 684miles (1,100km)
Climb Rate: 2,677 ft/min
Ceiling: 19,029ft (5,800m; 3.6miles)

Structure:
Accommodation: 2
Hardpoints: 4
Empty Weight: 17,846lbs (8,095kg)
MTOW: 25,353lbs (11,500kg)

Power:
Engine(s): 2 x Klimov TV3-117VMA turboshaft engines driving a five blade main rotor and four blade tail rotor and generating 1,950hp each.

Weapons Suite:
1 x 30mm Shipunov 2A42 cannon in chin mounting
4 hardpoints for 4,230 lbs of ordinance including 2 x rocket pods, 16 x AT-6 Spiral anti-armour missiles and gunpods as needed.

Operators:
Soviet Union (Russia)

Variants:
Mi-28A - Original Developmental and Trial Model.
Mi-28N/MMW - All-Weather Day/Night Attack Helicopter; improved Mi-28A model.
Mi-28D - Daytime Combat Helicopter
Mi-28N - Dedicated Nightime Operations Platform.
Mi-28NAe - North Korean Export Version
Mi-28L - Proposed Iraqi Export Version
Mi-40 - Proposed transport/fighter concept.



Diterjemahkan secara bebas dari: www.militaryfactory.com

Kamov Ka-25 (Hormone)





Designation: Kamov Ka-25 (Hormone)
Classification Type: Anti-Submarine Helicopter
Contractor: Kamov - Soviet Union
Country of Origin: Soviet Union
Initial Year of Service: 1966
Number Built: 460


Kamov Ka-25 (kode NATO “Hormone”) dikembangkan dari Ka-20, yang merupakan respon dari kebutuhan AL Soviet sebagai pengganti Mil Mi-4 yang menua. Ka-25 menjadi helikopter utama AL Soviet selama Perang Dingin dan memainkan peran besar sebagai alat anti-kapal selam selama beberapa dekade. Helikopter ini kemudian digantikan oleh Ka-32 yang lebih canggih.

Kamov Ka-25 adalah helikopter yang sangat mudah dikenali untuk banyak alasan. Terutama rotor utama kembarnya, terpasang secara koaksial dan tanpa penggunaan rotor ekor. Tanpa penggunaan rotor ekor yang biasanya dipakai pada helikopter tradisional, berarti bahwa Ka-25 dapat dibuat dengan ukuran yang lebih pendek sehingga sangat cocok untuk dipakai di kapal induk karena sangat menghemat tempat. Selain itu, desain bodi yang gemuk dan bagian ekor tiga-sirip (tri-fin) adalah keunikan desain Kamov. Penampilan dasar seperti ini dipakai juga untuk Ka-27, Ka-28, Ka-29, Ka-31 dan Ka-32.

Akomodasi awak untuk pilot dan ko-pilot adalah di depan, berdampingan. Jika dibutuhkan, kabinnya dapat diset untuk mengangkut 12 penumpang. Secara tradisional, helikopter ini didesain untuk operasi di lautan sebagai anti-kapal selam dan operasi SAR, yang berarti bahwa ruang kabinnya dilengkapi dengan berbagai peralatan khusus. Persenjataannya dapat bervariasi tergantung misi, tetapi secara umum Ka-25 dilengkapi dengan dua torpedo udara-ke-permukaan dan/atau “nuclear depth charges” (pelacak kedalaman laut nuklir).

Tidak lebih dari 450 Ka-25 dibuat dan dikirim ke Uni Soviet dan Ukraina, juga India dan Syria. Helikopter ini secara perlahan dipensiunkan dari AL Soviet, walaupun mungkin sekarang beberapa masih beroperasi. Varian Ka-25BSh merupakan varian anti-kapal selam dan Ka-25 PS merupakan varian SAR.



Specifications: Kamov Ka-25PL (Hormone)

Length: 31.99ft (9.75m)
Width: 0.00ft (0.00m)
Height: 17.62ft (5.37m)

Performance:
Max Speed: 130mph (209kmh; 113kts)
Max Range: 249miles (400km)
Climb Rate: Not Available
Ceiling: 10,997ft (3,352m; 2.1miles)

Accommodation: 2 + 12
Hardpoints: 0
Empty Weight: 10,505lbs (4,765kg)
MTOW: 16,535lbs (7,500kg)

Power:
Engine(s): 2 x Glushenkov GTD-3F turboshaft engines delivering 900shp driving 2 x 3-bladed coaxial main rotors.

Weapons Suite:
Depends on mission type (SAR or ASW). Mission-Specific ordnance held in an internal weapons bay or external box. May include:
2 x air-to-surface torpedoes
Nuclear Depth Charges
Conventional Depth Charges

Operators:
India, Syria, Ukraine and the Soviet Union (Russia).

Variants:
Ka-20 - Initial Model Development and basis for Ka-25 design.
Ka-25 - Production Model Designation
Ka-25PL "Hormone-A"
Ka-25T "Hormone-B" - Target Acquisition and Missile Guidance Variant.
Ka-25PS "Hormone-C" - Dedicated Search and Rescue (SAR) Variant; passenger ready.
Ka-25BSh - Primary Anti-Submarine Warfare (ASW) Model.
Ka-25BShZ - Mine Sweeper Tow



Dierjemahkan secara bebas dari: www.militaryfactory.com

Westland Lynx HAS.8




Designation: Westland Lynx HAS.8
Classification Type: Multi-Purpose Naval Helicopter
Contractor: Westland / AugustaWestland - UK
Country of Origin: United Kingdom
Initial Year of Service: 1976
Number Built: Not Available



Super Lynx HMA.8 adalah versi elautan dari helikopter maritim/transpor/serang Lynx. Dalam perannya di AL (dipakai oleh banyak negara anggota NATO), Super Lynx HMA.8 dapat dipersenjatai dengan perlengkapan dan persenjataan anti-kapal/anti-kapal selam.

Dari awal, desain Lynx direncanakan sebagai helikopter anti-kapal sebelum menjadi heikopter anti-tank/transpor yang sukses saat ini. Model dasarnya diturunkan dari desain sipil yang sudah ada dan dimodifikasi untuk standar AL Inggris (UK). Produksi pertama Navy Lynx, yang berkode HAS.2, terbang pada 1976.

Semua versi AL dari Lynx mempunyai roda pendaratan tricycle standar, (berbeda dengan model darat yang memakai skid statik). Rotor utama dan bagian ekor heli ini dapat ditekuk untuk mengurangi besawarnya tempat penyimpanan yang dibutuhkan dalam kapal induk. Helikopter ini mempunyai sistem kendali penerbangan otomatis dan dilengkapi dengan sonar Seaspray untuk pelacakan kapal selam.

Versi ekspor helikopter Lynx biasanya adalah HAS.2. Varian HAS.8 mempunyai peralatan ESM yang lebih baik, mesin yang lebih kuat, sistem penggambaran termal BAe Sea Owl yang dipasang pada hidung dan blade rotor utama berbahan komposit.

Lynx versi AL menawarkan tiga seri, yaitu Seri 100, Seri 200 dan Seri 300. Perbedaannya ada pada sistem radar dan mesin, Seri 100 mempunyai radar 360-derajat tetapi selain itu sama dengan HAS.8 standar. Seri 200 bermesin LHTEC CST8000 dan Seri 300 bermesin CSR8000 bersama dengan kokpit EFIS enam-layar dan pilihan radar yang berbeda.




Specifications: Westland Lynx HAS.8

Dimensions:
Length: 35.60ft (10.85m)
Width: 41.99ft (12.80m)
Height: 12.04ft (3.67m)

Performance:
Max Speed: 144mph (232kmh; 125kts)
Max Range: 171miles (275km)
Climb Rate: 2,170 ft/min (661.4 m/min)
Ceiling: 8,448ft (2,575m; 1.6miles)

Structure:
Accommodation: 3
Hardpoints: 2
Empty Weight: 7,253lbs (3,290kg)
MTOW: 11,299lbs (5,125kg)

Power:
Engine(s): 2 x Rolls-Royce Gem 42-1 turboshaft engines generating 1,135shp and driving a four-blade main rotor and tail rotor system.

Weapons Suite:
Mission-specific armament may include the following:
2 x Mk 44 Torpedoes
2 x Mk 46 Torpedoes
2 x A244S Torpedoes
2 x Stingray Torpedoes
2 x Mk 11 Depth Charges
4 x Sea Skua Anti-Ship Missiles
4 x AS-12 Wire-Guided Anti-Ship Missiles

Variants:
WG 13 - Initial Prototype Designation
AH.1 - Initial Production Version
HMA.8 "Super Lynx" - An upgraded attack model based on the maritime version.
HMA.8DSP
HMA.8DAS
Mk.21A - Brazilian Navy Export Model based on the HMA.8 Super Lynx variant.
Mk.22 - Egyptian Navy Export Model
Mk.23 - Argentine Navy Export Model
Mk.25 - Royal Netherlands Navy Export Model (UH-14A).
Mk.27 - Royal Netherlands Navy Export Version (SH-14B).
Mk.80 - Royal Danish Navy Export Model of the HAS.Mk 2 variant.
Mk.81 - Royal Netherlands Navy Export Model (SH-14C).
Mk.87 - Argentine Navy Export Model (never delivered).
Mk.88 - German Navy Export Model
Mk.88A - Upgraded Mk.88 German Navy Export Model
Mk.90 - Royal Danish Navy Export Model
Mk.90B Super Lynx - Upgraded Royal Danish Navy Model of the Mk.80 and Mk.90 versions.
Mk.95 - Portuguese Navy Export Model based on the HAS.8 variant.
Mk.99 - South Korean Navy Export Model based on the HAS.8 variant.
SH-14A - Royal Netherlands Navy Model based on the HAS.2 variant.
SH-14B - Royal Netherlands Navy Model
SH-14C - Royal Netherlands Navy Model
SH-14D - Royal Netherlands Navy upgraded model.
SAH-11 - Brazilian Navy Export Model Designation.



Diterjemahkan secara bebas dari: www.militaryfactory.com

Agusta Westland A 129 Mangusta (Mongoose)




Designation: Agusta Westland A 129 Mangusta (Mongoose)
Classification Type: Medium Multirole Attack / Reconnaissance Helicopter
Contractor: Agusta - Italy
Country of Origin: Italy
Initial Year of Service: 1990
Number Built: 60



Helikopter A 129 Mangusta ("Mongoose") dikembangkan sebagai helikopter varian seri A 109. Helikopter desain baru ini lebih besar dan sangat berbeda dengan pendahulunya. Helikopter yang diberi kode A 129 ini menjadi helikopter yang benar-benar baru. Selanjutnya, diklasifikasikan sebagai helikopter serang medium dengan peran sebagai pengintai bersenjata, A 129 menjadi heli utama angkatan bersenjata Italia. Proyek A 129 dimulai pada awal 1978 untuk memenuhi kebutuhan angkatan bersenjata Italia, akan tetapi produksi pertamanya dimulai pada akhir 1990 dan purwarupanya terbang pada 1983.

Tempat duduk semua varian A 129 adalah tandem, dengan pilot lebih tinggi di belakang dan penembak di bagian depan kokpit. Kaca kokpit terdiri dari panel datar yang transparan untuk mengurangi efek kilatan yang mengganggu pandangan awak. Bagian samping kaca dapat terbuka dalam kondisi darurat. Varian A 129 sangat terbatas, versi “Internasional” dan versi “Tempur” standar menawarkan modifikasi berbeda dengan helikopter standarnya.

Versi “Internasional” A 129 dikembangkan sebagai versi ekspor untuk memenuhi pesanan pihak asing. Helikopter ini berbeda dengan A 129 standar dalam hal pemakaian dua mesin turboshaft LHTEC T800. Sebuah senapan bawah-hidung juga dapat ditambahkan sebagai gabungan persenjataan yang termasuk di dalamnya misil anti-tank TOW dan pod roket. Misil udara-ke-udara Stinger juga dapat digunakan.





Specifications: Agusta Westland A 129 Mangusta (Mongoose)

Dimensions:
Length: 40.29ft (12.28m)
Width: 10.50ft (3.20m)
Height: 10.99ft (3.35m)

Performance:
Max Speed: 183mph (294kmh; 159kts)
Max Range: 62miles (100km)
Climb Rate: 2,030 ft/min
Ceiling: 15,502ft (4,725m; 2.9miles)

Structure:
Accommodation: 2
Hardpoints: 4
Empty Weight: 5,578lbs (2,530kg)
MTOW: 9,039lbs (4,100kg)

Power:
Engine(s): 2 x Rolls-Royce Gem 2 Mk 1004D turboshaft engines generating 825shp and driving four blade main rotor and two-blade tail rotor.

Weapons Suite:
Mission-specific ordnance may include any of the following:
A 129 Mangusta
2 x 12.7mm machine guns
8 x TOW 2 / TOW 2A anti-tank missiles
2 x 7/19 Shot Rocket Pods
Stinger air-to-air missiles
A 129 Mangusta "International":
1 x 20mm cannon
2 x Rocket Pods
8 x TOW 2 / TOW 2A anti-tank missiles
Stinger air-to-air missiles

Variants:
A 129 Mangusta - Base Production Model Designation.
A 129 Mangusta "Combat" - Standardized Mangusta model series.
A 129 Mangusta "International" - Export Model Designation; fitted with LHTEC T800 turboshaft engines; optional 20mm three-barrel cannon in undernose turret.




Diterjemahkan secara bebas dari: www.militaryfactory.com

Mil V-12; 105,000 kg (Helikopter Terbesar di Dunia)



Helikopter terbesar di dunia yang pernah dibuat adalah Mil V-12 yang dikembangkan oleh Uni Soviet selama 1960an V-12 adalah pesawat uji yang tidak biasa yang mempunyai dua rotor yang terpasang berdampingan pada ujung sayap yang besar. Tiap rotornya berdiameter 115 kaki (35m). Helikopter ini sangat besar dengan jarak ujung rotor ke rotor lainnya hampir 220 kaki (67m), bahkan lebih lebar dari bentang sayap Boeing 747!

Lebih mengagumkan lagi adalah kapasitas angkut helikopter ini. V-12 mempunyai berat take-off maksimal 231.485 lbs (105 ton) dan membuat rekor pada 1969 dengan membawa beban 88.635 lbs (40.205 kg). Helikopter ini menjadi yang terbesar di dunia berdasarkan FAI dan Guinness Book of World Records.

Untuk mengatasi sulitnya pengembangan set rotor baru, pengurangan gigi/roda dan transmisi, keputusan diambil untuk meningkatkan dua kali tenaga Mi-6 dan penggunaan dua set mesin milik Mi-6, gearbox dan rotor pengangkat berdampingan. Rotor kiri merupakan cermin dari rotor kanan dengan sedikit overlap. Rpm milik rotor dikurangi menjadi 112; gearbox dihubungkan dengan tangkai melintang.




Hanya dua purwarupa V-12 yang dibuat, walaupun ukuran dan daya angkut yang luar biasa, desain ini dinyatakan gagal oleh pengembangnya dan otoritas Uni Soviet. V-12 terlalu besar dan sulit untuk bermanuver untuk menjadi mesin yang dapat diaplikasikan. Model produksi akan diberi kode Mi-12, tetapi rencana ini dibatalkan setelah adanya evaluasi pada dua helikopter yang sudah dibuat. Satu V-12 disimpan di museum AU Rusia di Monino, sedangkan yang satu lagi di pabrik milik Mil di dekat Moscow.


Diterjemahkan secara bebas dari: www.aerospaceweb.org

Denel AH-2 Rooivalk (Kestrel)



Denel (selanjutnya Atlas) AH-2 Rooivalk (yang berarti sejenis burung elang) merupakan proyek domestik dan sangat ambisius dari Afrika Selatan. Pada saat pengembangannya, helikopter ini diharapkan menjadi helikopter terhebat yang pernah dibuat. Sayangnya karena pembengkakan biaya, minimnya produksi dan tidak adanya pesanan dari negara lain menjadikan desainnya ketinggalan jaman dan pada saat ini menjadi pertimbangan pemerintah mengenai nasip helikopter ini.

Rooivalk dibuat karena kebutuhan AU Afrika Selatan akan helikopter tempur yang lebih hebat. Atlas (sebelumnya Denel) membuat desain XH-1 Alpha sebagai bahan riset pengembangan helikopter. XH-1 didasarkan pada helikopter Perancis Aerospatiale Alouette III yang masih menggunakan teknologi tahun 1960an. XH-1 terbang pertama pada awal 1986 yang diikuti dua XTP-1 Beta yang dikonversi. Berdasarkan ters tersebut, mereka membuat XH-2 yang terbang pada 1990. Dari XH-2, dua lagi model pengembangan dibuat yaitu XDM dan EDM.

Produksi Rooivalks mulai diterima pada awal 1999 dengan pembatasan hanya 12 contoh. Versi AL juga masih dalam pertimbangan, akan tetapi karena banyaknya masalah sangat mungkin untuk dibatalkan. Status masa depan Rooivalks sampai saat ini masih dalam perdebatan.





Specifications: Denel AH-2 Rooivalk (Kestrel)

Dimensions:
Length: 61.45ft (18.73m)
Width: 51.12ft (15.58m)
Height: 17.03ft (5.19m)

Performance:
Max Speed: 173mph (278kmh; 150kts)
Max Range: 438miles (705km)
Climb Rate: 2,620 ft/min
Ceiling: 20,000ft (6,096m; 3.8miles)

Structure:
Crew: 2
Hardpoints: 6 (including wingtip mounts)
Empty Weight: 12,632lbs (5,730kg)
MTOW: 19,290lbs (8,750kg)

Power:
Engine(s): 2 x Turbomeca Makila 1K2 turboshaft engines generating 1,845shp each and driving a four-blade main rotor and a five-blade tail rotor.

Weapons Suite: 1 x 20mm Armscor F2 cannon (chin mounted turret)
Mission-specific ordnance can include any of the following:
16 x ZT6 Mokopa anti-tank missiles
70mm rocket launching pods
Mistral infrared homing air-to-air missiles (on wingtip mounts)

Operator: South Africa

Variants:
XH-1 - Alpha concept demonstrator based on the French-built Alouette III design.
XTP-1 Beta - French-built Puma helicopters modified as gunships for evaluation and testing.
XH-2 "Rooivalk" - Initial Prototype Designation
XDM (eXperimental Development Model) - A redesignation of the XH-2 prototype; avionics and weapons development platform.
EDM (Engineering Developmental Model) - Production Evaluation Model.
CSH-2 - Initial Production Model Designation
AH-2 - Redesignation of the CSH-2 Production Model occurring in 1998.



Diterjemahkan secara bebas dari: www.militaryfactory.com

CAIC WZ-10



CAIC WZ-10 (Changhe Aircraft Industries Corporation / Wuzhuang Zhisheng) adalah sebuah tambahan badi keluarga helikopter serang, dengan desain dan model yang dibuat untuk digunakan oleh RRC.

Dari luar, WZ-10 agak mirip dengan desain milik Hughes AH-64 Apache. Dua awaknya duduk secara tandem dengan pilot di belakang (lebih tinggi) dan penembak di depan. Sayapnya mampu mengangkut banyak amunisi dan misil anti-tank. WZ-10 dipercaya mempunyai kemampuan anti-pesawat yang sangat baik jika dipersenjatai dengan misil udara-ke-udara jarak dekat TY-90. Persenjataan standar-nya termasuk meriam 23mm (dipasang didagunya).

Tenaganya dihasilkan oleh dua mesin turboshaft Pratt & Whitney Canada PT6C-67C series. Dua mesin ini masing-masing mampu menghasilkan 1.531 tenaga kuda. Sistem ini memutar rotor utama 5-blade dan rotor ekor 4-blade. Helikopter ini dapat disetarakan dengan Denel Rooivalk dan Eurocopter Tiger.

Specifications
Model: CAIC WZ-10
Length: 46.26 ft ; 14.10 m
Height: 12.63 ft ; 3.85 m
Engine(s): 2 x Pratt & Whitney Canada PT6C-67C turboshaft engine delivering 1,531hp each and driving a five-blade main rotor and a four-blade tail rotor.
Empty Weight: 12,214 lbs ; 5,540 kg
MTOW: 13,228 lbs ; 6,000 kg
Max Speed: 168 mph ; 270 km/h ; 146 kts
Max Range: 497 miles ; 800 km
Ceiling: 19,685 ft ; 6,000 m ; 3.7 miles
Climb Rate: Not Available
Hardpoints: 4
Armament: 1 x 23mm cannon in undernose position; HJ-10 - anti-armor missile (under development); TY-90 - short-range air-to-air missile; Rocket Pods
Crew: 2
Operators: China


Diterjemahkan secara bebas dari: www.militaryfactory.org

Jumat, 25 Desember 2009

Boeing / Sikorsky RAH-66 Comanche




Helikopter RAH-66 Comanche adalah helikopter masa depan Angkatan Perang AS untuk menggantikan helikopter UH-1, AH-1 Cobra, OH-6 dan OH-58 Kiowa. RAH-66 didesain sebagai helikopter “stealth” pertama di dunia dan diklasifikasikan sebagai “light attack”. Heli ini beroperasi dengan internal bay berisi misil anti-udara dan anti-lapisan baja serta menggunakan material “stealth” untuk mengaburkannya dari radar musuh. Heli ini akan menjadi heli terbaik di dunia.

Purwarupa heli ini pertama kali terbang pada 1996 dan purwarupa kedua pada akhir 1990an. Garis tajam pada desain heli ini diambil dari pesawat F-117 dan mempunyai sudut tajam dan “cross section” radar yang rendah.

RAH-66 mempunyai sistem rotor dengan 5-daun (blade) besar dan rotor yang lebih kecil pada bagian ekornya yang terlindung, seperti halnya heli Gazelle milik Perancis. Heli ini mempunyai penyimpanan senjata internal dan sayap (“terpotong”) opsional yang memungkinkan stabilitas penambahan persenjataan, dengan resiko (jika sayap opsional dipasang) akan lebih terdeteksi oleh radar. Persenjataan standar heli ini adalah meriam General Electric tiga barel 20mm dalam sebuah sistem turret Giat. Pilot dan co-pilot (gunner) duduk bersebelahan pada kokpit dengan visibilitas yang baik.

Sistem penerbangan dan kontrol pada RAH-66 terdiri dari kontrol “helmet-mounted”, kontrol siklik “sidestick”, display peta 3D, sistem fly-by-wire dengan sebuah fitur “triple redundancy”, pelacak Laser dan FLIR serta radar gelombang milimeter yang ditiru Apache Longbow.

Pada simulasi medan pertempuran, sistem RAH-66 akan sangat mendukung pertempuran dengan menembak kendaraan lapis baja dan pesawat musuh pada jarak jangkaunya. Akan tetapi proyek heli ini dibatalkan oleh AS karena dana pengembangan yang terlalu besar.



Specifications:
Mode: Boeing / Sikorsky RAH-66 Comanche
Length: 43.31 ft ; 13.20 m
Width: 0.00 ft ; 0.00 m
Height: 11.06 ft ; 3.37 m
Engine(s): 2 x LHTEC T800-LHT-801 turboshafts generating 1,563 shp each and driving a five blade main rotor with an eight blade fan-in-fin shrouded tail rotor.
Empty Weight: 20,503 lbs ; 9,300 kg
MTOW: 12,359 lbs ; 5,606 kg
Max Speed: 201 mph ; 324 km/h ; 175 kts
Max Range: 1,382 miles ; 2,224 km
Ceiling: 14,980 ft ; 4,566 m ; 2.8 miles
Climb Rate: 895 ft/min (272.8 m/min)
Hardpoints: 4 (2 x internal bays; 2 x optional wing stubs)
Crew:2
Operators the United States of America

Armament:
1 x 20mm Cannon
6 x Hellfire anti-tank missiles (held in two internal bays)
6 x Stinger air-to-air missiles (held in two internal bays)
4 x Hellfire anti-tank missiles (on optional external wing stubs)
8 x Stinger air-to-air missiles (on optional external wing stubs)





Diterjemahkan secara bebas dari berbagai sumber